Membongkar Berita Dusta Bahwa "Donatur Terbesar Berdirinya NU Adalah Keluarga HRS"

Ilustrasi

Oleh : Dafid Fuadi
Entah apa yg mau dicari oleh gerombolan ini yg tidak lelah2nya terus membuat berita palsu, hoax, dusta, provokasi dan bohong.

Apakah agar gerombolan ini biar mendapat pengakuan dan dianggap besar oleh banyak orang sehingga mereka harus membuat berita dusta semacam ini?

Mirisnya lagi jika kedoknya terbongkar, mereka langsung berteriak :"Anda ini anti Islam", "Anda ini pembenci dzurriyah", "Salah kami apa, kenapa anda membeci kami?" "Sesama muslim itu bersaudara, jangan mau diadu domba", "Hati2, jangan suuzhzhon, tabayun dulu", dst. Dan tidak sedikit orang yg terseret propganda semacam ini.

TIDAK BENAR ! KABAR DONATUR TERBESAR BERDIRINYA NU ADALAH KELUARGA RIZIEQ

Yg benar, donatur utama dan terbesar saat awal berdirinya Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926 adalah H. HASAN GIPO yg kemudian menjadi Ketua Tanfidziyah NU periode pertama mendampingi Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai Ro’is Akbar.

H. Hasan Gipo seorang kaya raya yg memiliki puluhan rumah dan toko di Surabaya, sebagian besar tokonya disewa/kontrak oleh para pedagang keturunan Tionghoa.

HAJI HASAN GIPO adalah seorang pengusaha yg di jaman pra Indonesia Merdeka, jaringan usahanya sudah ada di berbagai daerah. Bisa dikatakan Beliau adalah pengusaha besar multi nasional dimasa itu yg bergerak di berbagai bidang usaha.

HAJI HASAN GIPO juga merupakan pihak elemen kongsi atas sektor usaha perkapalan baik niaga pangan maupun nelayan disamping pengelolaan bersama perkebunan juga pengelolaan tanah tanah penghasil tembakau baik dari kekerabatan Sumenep hingga Bangkalan.

Haji Hasan Gipo juga memiliki hubungan usaha sangat erat sebagai elemen kongsi dg pihak korporasi orang² Sunda – Makasar dalam hal produksi dan import tembakau dan lalulintas tembakau HAJI HASAN GIPO dengan NV. KALIBARU yg berkedudukan di CIREBON, dgn produksi di sekitar Sukapura (Tasikmalaya dan Garut / Wanareja ).

Juga terdapat hubungan baik antara Haji Hasan Gipo dg Keluarga Pesantren SUKAMANAH Suka hideung Singaparna Tasikmalaya yg sangat lekat. Dan salah satu Kyai/Ajengan yang memiliki hubungan langsung dg Haji Hasan Gipo adalah Ajengan Domon ( gugur bersama KH. Zaenal Mustofa saat peristiwa Pesantren Sukamanah diserang tentara Dai Nippon/Jepang).

Bahwa jaringan usaha Haji Hasan Gipo, dibidang peralatan dan perkakas pertanian tidak lepas hubungannya dgn tokoh masyarakat Sunda-Makasar, yang selain menghasilkan pekakas juga berniaga atas komoditas lainnya.

Bahwa hubungan niaga dg Haji Hasan Gipo tentu memperat juga dg masyarakat Pekalongan yg berniaga di Pasar Baru Kota Bandung diantaranya erat hubungan dg haji Masduki dan keluarga Saleh Khatam, dan Haji Andi Mohamad Hasan , Haji Ismail (Cirebon).

Bahwa tentu dari keseluruhan hubungan, aspek yg paling penting adalah kekerabatan warga NAHDLATUL ULAMA yg sangat erat, serat lalulintas penyediaan Al Qur’an dan kitab² kuning , yg kemudian sangat erat dg keluarga BAHARTAH yg kemudian mendirikan percetakan Al Ma’arif.

Kesimpulannya bahwa benar menguatkan kedudukan HAJI HASAN GIPO selaku DONATUR TETAP di awal NU berdiri, bahwa ada agnia² lain di dalam tubuh kekerabatan warga NU yg menyokong, mungkin saja , tetapi keluarga Bandung yg berniaga dg HAJI HASAN GIPO sangat tahu betul bahwa logistik untuk NU, adalah Beliau.

Semoga amal baik BAPAK ALMUKAROM HAJI HASAN GIPO , memperoleh balasan yg berlimpah dg segala kebaikan yg Hak dan Ridlo Allah, serta limpahan Nikmat Kubur Nikmat Akhirat, dan keluarga yg ditinggalkannya, sejahtera penuh Ridlo Allah Azzawajjalla. Aamiin Yaa Robbal’alamiin.

Sumber : Status Facebook Dafid Fuadi

Sunday, November 29, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: