Membincang "Kuasa" Tuhan

ilustrasi

Oleh : Rachel Yosi Ritonga

Setahun ini dapet pelajaran penting banget. Aku betul-betul mendapat pelajaran dan jawaban yang baik atas pertanyaan gundah gulana ku.
Apakah itu?

Jadi selama ini ada orang yang jahat banget kalau sama aku.
Kurang paham juga kenapa, kadang sampai tanya Tuhan, "Why, God?", "Dia kenapa sih?"
Jadi rasanya sampai susah memaafkan.

Kalau aku introspeksi diri, dulu-dulu memang ada aku bikin salah-salah gitu ke dia. Maklumlah, dulu aku pernah berada pada fase sedang mencari jati diri.
Semua orang pasti pernah, sedang, atau akan berada pada fase ini. Kebetulan fase saat aku mencari jati diri itu aku sedikit banyak adalah orang yang menyebalkan, membingungkan, ga percaya diri.
Tapi syukurlah setelah beberapa tahun proses pendewasaan diri yang keras dan ga mudah, aku bisa berada pada titik Rahel Yosi yang sekarang ini.
Orang bisa memotivasi biasanya justru karena telah mengalami dan melalui jatuh bangun kehidupan. Justru dari gelap terbitlah terang.
Dari bajingan jadi hero/heroine.

Nah jadi kerabat dekat ini beberapa tahun terakhir ini kalau sama aku, duh julid banget. Dikit-dikit tersinggung, sensitif abis, gampang terbakaar.
Kayak perempuan kalau lagi mens hari pertama sampai ketiga.
Bahkan bisa create penderitaan yang ga bisa di-share disini karena ga pantas.

Tapi mau gimana lagi, kadang menghindari toxic people ga semudah menghindari orang yang barusan kentut.
Sebagian dari kita punya toxic people yang tiap hari ketemu di tempat kerja, tiap hari ketemu karena tetangga'an, sekali seminggu ketemu di tempat ibadah, tiap hari ketemu karena anter-jemput anak sekolah (dulu sebelum pandemi), dan yang parahnya kalau toxic people tinggal satu rumah dengan kita, entah itu pasangan, orang tua, mertua, atau misalnya ipar.
Ga bisa kita walk out gitu aja. Yang ada kita terpaksa berada di sekitar mereka karena kita ga punya pilihan lain.

Kadang aku ngebatin ya, out of my mysery, "Kenapa Tuhan ga kasih hukuman orang ini yang jelas-jelas berbuat salah?"
Kebanyakan orang jahat bukannya sial malah tambah jaya, yang orang baik malah hidupnya merana.
Pernah ga sih merasa kayak gitu, bahwa hidup ini ga adil? Bahwa Tuhan itu ga adil?

Tapi Tuhan itu Maha Adil!
Cara bekerja Dia ga seperti cara bekerja dan berpikir kita manusia yang hanya butiran debu.

Baru-baru ini aku menyadari bahwa kita manusia ga punya kuasa untuk menghukum siapapun.
Tidak perlu menuntut balas, hak Tuhan-lah untuk membalas.
God will repay those who hurt us. It is His right.

Orangnya ketiban masalah besar.

Apakah aku happy? Enggak juga.
Tapi aku sangat sadar sekarang kalau Tuhan Maha Adil dan Maha Kuasa.

Buat kalian yang lagi disakiti seseorang, percayalah... selama kalian jauh dari dosa dan cela, maka Tuhan punya porsi sendiri terhadap orang itu.
Wait for God, He will settle the score.

Sumber : Status Facebook Emak Rahel Yosi Ritonga 

Wednesday, December 2, 2020 - 08:15
Kategori Rubrik: