Membenahi Kualitas Anggota DPR Kita

ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

Menyalahkan pemilih yang menentukan terpilihnya anggota DPR dengan wajah seperti ini rasa-rasanya juga tdk fair. Sebab proses penentuan caleg itu ada di partai, dan pemilih seringkali tak punya pilihan sehingga memilih golput, atau memilih yang tersedia demi menggunakan hak pilih. Meskipun, tentu saja masih ada sebagian pemilih yg memilih tanpa pertimbangan yg baik.

Dulu, seorg dosen politik mengatakan bahwa idealnya partai dapat menjadi instrumen pendidikan politik bagi masyarakat. Waktu itu saya menggarisbawahi kata "ideal". Ini terlalu utopis. Partai dibentuk sbg wadah utk mengumpulkan sumberdaya politik, tentunya susah utk membayangkan berjalan dlm tataran ideal utk masyarakat. Alih-alih berjuang utk rakyat, lebih sering berjuang utk kepentingan politiknya yg sayangnya tdk melulu ttg rakyat.

Seorang teman politikus berkata, partai itu butuh duit, kau pikir saja drmn mereka mendptkan amunisi utk menggerakkan mesin partai. Partai hidup dari berbagai sumber, salah satunya dgn memotong gaji anggotanya yg duduk d legislatif dan menjaring ikan gemuk saat kontestasi pileg.

Mendapatkan caleg pengusaha dan berhasil mendudukkannya di kursi legislatif, membuat partai bisa bernafas lega 5 tahun ke depan.

"Kualitasnya? Kepentingannya dlm hal mengatur legislasi?" Itu akan menjadi pertimbangan nomer sekian-sekian. Jadi ya... Mekanisme di partai lah yg harus dibenahi.

Tiba-tiba dikejauhan sayup-sayup terdengar teriakan, "Apapun masalahnya, khilafah solusinya".. hanya sayup-sayup, Krn inipun jg hanya utopia.

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Sunday, October 6, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: