Membela Allah, Suatu Kekonyolan

Oleh : Guntur Wahyu Nugroho

Membela Allah adalah gagasan yang sungguh konyol. Allah itu Maha Kuasa. Ia menciptakan alam semesta dengan segenap isinya dari ketiadaan. Creatio Ex Nihilo. Dengan alam semesta yang sampai saat ini batasnya belum diketahui oleh manusia, boleh jadi manusia itu bagaikan unsur atom di hadapan Allah. Lalu siapa atau apa yang dapat mengalahkan Allah? Masuk akalkah kita membela-Nya?

Dengan mudah Allah pasti dapat melenyapkan bumi dan segala isinya, dalam sekejap. Dan ada sebagian orang yang merasa heroik bisa membela Allah. Konyol, bukan? Bukankah kalau Allah membutuhkan pembelaan, Ia tidak lagi Maha Kuasa?

Yang masuk akal adalah orang mabuk agama, menuruti gagasan tentang Allah yang cocok dengan ego keagamaan mereka. Jadi yang dibela adalah gagasan tentang Allah atau allah ciptaan manusia. Kemudian ketika ada orang yang dianggap tidak mengimani allah yang sesuai dengan gambaran mereka, lantas dicap sebagai musuh allah. Dengan menstigma orang-orang yang beragama tidak sesuai dengan cara mereka sebagai musuh allah, mereka membangun justifikasi bahwa yang dianggap musuh Allah boleh bahkan wajib ditundukkan atau dibunuh.

Lihatlah dalam sejarah agama2 besar dunia sudah berapa puluh juta nyawa melayang karena konflik ataupun penaklukan atas nama agama. Sungguh biadab, bukan?

Allah sama sekali tidak butuh pembelaan. Ia menghendaki supaya kita berbelas kasih kepada sesama dan membangun dunia ini menjadi tempat yang layak dihuni untuk umat manusia.**

Sumber : Facebook Guntur Wahyu Nugroho

Monday, October 10, 2016 - 07:30
Kategori Rubrik: