Membedah Soal Unicorn

Oleh: Sunardian Wirodhono

 

Setelah dibikin kalang-kabut dengan Unicorn (lima tahun lalu dipermalukan soal Adipura), kini timses mengundang para pakar debat, pakar ayat, pakar langit, dan pakar-pakar lainnya.

Ketua Tim Kampanye langsung bukalapak: “Unicorn itu kapitalis!”

 

 

Penyair Gagal yang Kebetulan Ketua DPR: “Saya tahu, saya dari Minang. Itu perempuan petani jagung. Dari kata Uni dan Corn. Ada puisinya, Jagung yang Tertukar,...”

Yang Pernah Nuding Jendral Kardus: “Sudah, jangan dibacakan. Puisi jelek ‘gitu. Unicorn adalah simbol kudeta, sumpah, tanyain saja mumpung kudanya masih hidup!”

Salah Satu Anggota Duo Fukcs: “Hehehe, gue sih 30 milyar sudah jelas. Jadi, terserah lu mau ribut kuda bertanduk, kuda poni, kuda laut, kuda nil,...!”

Juru Bicara Timses: “Apa Bang, manggil-manggil saya?”

Salah Satu Anggota Duo Fucks: Sapa yang manggil elu? Saya bilang Kuda Nil, bukan Daniel.

Juru Bicara Timses: “Kalau saya, Unicorn itu kalau kita kembalikan habitatnya, maka kita tak bisa dituduh korupsi. Mana ada Unicorn ikut kemah pemuda?”

Salah Satu Cocomeo: “Itulah, ini termasuk politisasi binatang bukan? Apalagi kalau ketahuan ini masih cucunya Unicorn. Binatang kok diajak-ajak kampanye. Semoga Bawaslu adil melihat hal ini.”

Penasihat Senior: “Mohon semuanya bisa menahan diri. Prihatin! Istri saya lagi sakit kanker darah atau dalam bahasa Ingrisnya blood cancer.”

Salah Satu Cocomeo dari Penasihat Senior: “Iya, solidaritas dong. Unicorn itu yang membawa virus kanker, masuk ke dalam darah. Unicorn ini pasti masih turunan PKI, kita test DNA!”

Pemusik Gagal yang Gagal Jadi Politikus: “Unicorn, judul lagu yang bagus. Tapi, bagaimana bau kentutnya? Dia tahanan bukan? Kalau saya bukan tahanan. Tapi saya dikentutin tahanan, catat!”

Penasihat Ekonomi 1: “Saya tidak menemukan teorinya. Kalau ekonomi u-turn saya tahu.”

Penasihat Ekonomi 2: “Ya, kalau u-Turn saya tahu. Itu film Oliver Stone,...!”

Penasihat Ekonomi 5: (cuma garuk-garuk kepala, karena rambutnya nggak ada).

Lelaki Ompong Bersorban: “... mmmm, saya ini habib atau novelis ya? Unicorn, mengandung lemak babi kagak?”

Penasihat Spiritual 212: “Ini sudah isyarat langit. Itu kuda setan dari partai setan. Wong kuda kok bertanduk. Kalau kakinya bertanduk, hewan apa namanya? Saya tahu, karena saya pernah sekolah TK dan suka nyanyi itu. Namanya hewan kukuruyuk. Kalau Unicorn? Ini tanda-tanda langit sudah dekat.”

Telekonpren dari Tanah Suci: “Pokoknya unicorn itu haram, karena dia terkena air laut. Air laut asin ‘kan? Haram itu asin. Coba jilat!”

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Monday, February 18, 2019 - 19:45
Kategori Rubrik: