Membedah Klausul "Merugikan Negara"

ilustrasi

Oleh : Andrian Kaifan

Definisi korupsi secara gamblang telah dijelaskan dalam 13 buah Pasal dalam UU 31/1999 yang telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, korupsi dirumuskan kedalam 30 bentuk/jenis tindak pidana korupsi yg bisa dikategorikan ke dalam 7 kategori utama, yaitu:

1. Kerugian keuangan negara;
2. Suap-menyuap;
3. Penggelapan dalam jabatan;
4. Pemerasan;
5. Perbuatan curang;
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan; dan
7. Gratifikasi

Nah, utk kasus LHI, masuk dalam kategori Korupsi Suap, dengan potensi kerugian sebesar 8000 ton daging akibat proses suap Rp40M yg diberikan kpdnya utk menambah kuota impor daging 8000 ton. KERUGIAN REAL NEGARA NOL RUPIAH, LHI dihukum 18 tahun, sama seperi kasus korupsi AM yang menyebabkan kerugian negara NOL RUPIAH namun dihukum seumur hidup. Mengapa bisa begitu???

UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi meletakkan KEJAHATAN SUAP lebih berbahaya dari kerugian keuangan negara tersebut. Ini maksudnya, POTENSI KERUGIAN KEUANGAN NEGARA juga jadi ukuran kejahatan WALAUPUN belum sempat dimasukin kantong, udah paham? (Ouw belum). DASAR PKS MANI*C!

Okelah aku jelaskan dg lebih sederhana:

Misalnya gini ni, ente Aang menyuap si Romeo Chasmille yang sama2 jahat sebesar Rp25rb untuk mengambil semua Mangga Busuk di pohon Mangga punya si Dalimunthe Ahmaed Joelian yang juga jahat. Total Mangga busuk di pohon ada 100 buah dengan harga per buah Rp10rb. Ente sukses kasi uang suap ke si Romeop. Namun si Romeop belum sempat menjalankan aksinya buat ngambil Mangga2 Busuk itu, udah ketauan. Nah, kasus ente ini dinamakan KORUPSI SUAP, dengan kerugian si Monte sebesar NOL RUPIAH, namun POTENSI KERUGIANNYA adalah Rp10rb x 100 buah = Rp1.000.000,- Potensi kerugian ini diukur utk menjatuhkam hukuman kepada ente dan si Romeop.

Udah paham? (Belum juga!!!) DASAR PKS MANI*C!

Jadi jawaban untuk pertanyaan ente:

1. Nol Rupiah;
2. Nol Rupiah.

Sumber : Status Facebook Andrian Kaifan

Monday, January 13, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: