Membayangkan Ibu Kota Baru

ilustrasi

Oleh : Dahayu

Sebagai mahluk no maden aku menyambit, eh menyambut baik rencana pindahnya Ibu kota.

Tidak ada kekhawatiran dalam hatiku mau ditaruh mana tu Ibu kota. Nusantara ini sangat luas. Dan aku mencintai setiap tanah yang kuinjak di sekujur nusantara ini. Eaaaa...

Setiap mendatangi daerah baru biasanya aku mencari tau tentang demit2nya (pengetahuan tentang demit lokal ini penting untuk antisipasi sawan), makanan khasnya, sejarah tanahnya, masalalunya, baru kemudian kearifan lokalnya dan karakter penghuninya.

Aku lebih tertarik mengetahui dunia kemarin dari suatu tempat. Dan dari sebuah sumber (semoga saja benar), tanah kalimantan adalah yang paling tua. Dalam artian menjadi tanah yg pertama kali diinjak oleh nenek moyang. Orang2 Yunani dalam rangka pencarian mereka atas gambaran tanah syurga. Tempat Dewa2 bersemayam. 
Menurut sumber itu, Kutai karta negara adalah yg pertama. Selanjutnya terus menjelajah ,mendirikan kerajaan2 di Sumatera dan Jawa, sampai akhirnya menemukan tempat tinggal para dewa yang mereka cari selama ini di Dieng, wonosobo.

Informasi bahwa tanah kalimantan yg paling tua, ini sama amazingnya dg info bahwa ditanah Afrika peradaban dimulai (Aku tahu info ini dari majalah natgeo anakku dan dialog film wakanda) Bahkan para ilmuwan jaman Ibnu sina mengadopsi teknik imunisasi dari suku2 kuno Afrika. Tak heran ya, kalo negara secanggih wakanda itu ada di Afrika.

Jadi, selain sejarah yg menarik, tanah kalimantan jg stabil. Ga da cincin api. Letaknya ditengah. Lebih adil untuk menjangkau timur dan barat. Jadi ya memang aku seneng banget kalo di kalimantan aja.

---
Ngomong2 Presiden baik, yah ... tau Gunernurnya kliatan nganu...ga sangfup gt ngurus Jekardah, trus dikurangi bebannya. Wkwkwkw. Becanda.

Tapi seandainya sudah dipindahpun Jkt masih banjir dan macet ya itu masalah lo, dan derita lo. Dana 571 T untuk pembangunan Jkt, tapi yg ngajuin sendiri bilang akan tetep macet dan banjir, kan ya mending gosah dikasihken. Buang2 uang. Mending bikin ibukota baru yg biayanya jauh dibawah itu.

Jadi, semoga memang niat pindahan ini terlaksana, seperti cita2 Bung Karno dulu.

Trus yg ditinggalin gimana? Gpp. Tetep jadi pusat bisnis kok. Enak tho? 
Kalo masih nggrundel juga ya wis, biarin aja idup kebanjiran sama bani monaslimin wa sobat gurun.

Sumber : Status Facebook Dahayu

Tuesday, April 30, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: