Membantah Tuduhan Prabowo Soal Mark Up Biaya Pembangunan LRT

Ilustrasi

Oleh : Arya Hadi Dharmawan

Berapa besar biaya pembangunan LRT atau City Transportation System? Benarkah USD 8 juta per Km?

(Saya sampaikan uraian di bawah ini, agar supaya jika kita bicara tak asal membuat statement. Apalagi bicara tanpa sumber rujukan dan tanpa analisis ilmiah, itu haram hukumnya dalam kacamata akademik).

Ribut-ribut di medsos tentang klaim seorang Capres dan seorang Gubernur yang mengatakan bahwa biaya pembangunan LRT di Palembang adalah USD 8 juta/km, telah mengusik jiwa peneliti saya. Benarkah pembangunan LRT semurah itu?

Secara sengaja, kemudian saya search ke berbagai kajian tentang pembangunan sistem transportasi kota di berbagai jurnal internasional. Lama mendapatkannya. Akhirnya dapat satu artikel menarik dari Flyvbjerg et al. (2008) seorang peneliti dari Denmark dan Belanda. Uraiannya terbit pada European Journal of Infrastructure and Transportation Research, vol. 8/1, tahun 2008.

Saya kutip saja abstract dan kesimpulan penting hasil perhitungan para peneliti dari Aalborg University Denmark dan TU Delft The Netherlands tsb, yaitu sbb:

"We conclude that capital costs per route-kilometre of urban rail vary highly between projects. Looking at European projects and excluding outliers, the total capital costs per route-kilometre (including stations and rolling stock) lie mainly between US$50-100 million (2002 prices). Including US projects, the range is US$50-150 million. The main reasons for the high variation in the route-kilometre costs are differences between projects as regards the ratio of underground to above-ground construction, ground conditions, station spacing, type of rolling stock, environmental and safety constraints and labour costs."

Ditegaskan pada artikel tersebut bahwa belajar dari pengalaman Eropa dan USA, maka biaya pembangunan sistem transportasi kota (semisal LRT atau MRT) biayanya berkisar USD 50 juta - 150 juta per Km. Penulis memberikan kisaran angka tsb karena di setiap daerah berbeda tergantung banyak faktor baik di atas tanah maupun di bawah tanah serta faktor lingkungan hidup. Pada dasarnya hasil kajian ilmiah Flyvbjerg, et al., 2008 menyebutkan bahwa membangun jaringan transportasi kota memang tak murah, namun memberikan dampak manfaat ekonomi dan efisiensi yang besar.

Tulisan ilmiah tersebut dipublish pada 2008 dengan menggunakan angka-angka tahun 2002 (16 tahun yang lalu) sebagai asumsi perhitungan. Bila di-ekstrapolasi-kan ke keadaan tahun 2018, maka biaya pembangunan LRT/MRT bisa lebih besar lagi.

Merujuk tulisan Flyvbjerg et al. (2008) maka klaim pembangunan LRT di kota Palembang yang USD 40 juta/Km pun masih dalam batas di bawah angka Eropa/USA. Tetapi mengatakan bahwa biaya pembangunan LRT seharusnya USD 8 juta/Km, menurut artikel tsb, sungguh luar biasa murah dan sulit diterima akal.

Semoga berguna dan salam hangat

Sumber : Status Facebook Arya Hadi Dharmawan

Saturday, June 23, 2018 - 21:45
Kategori Rubrik: