Membantah Ceramah Ustadz Abdul Shomad Tentang Bashar Asad

Ilustrasi

Oleh : Narko Sun

Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya mengatakan Bashar Assad, presiden Suriah adalah manusia terlaknat. Saya tidak tahu berdasarkan apa dia mengatakan demikian. Apakah pak Somad menjustifikasi hanya berbekal video yutub tanpa mau mengecek sendiri ke sumber yg terpercaya? Atau ada kepentingan tertentu? Wallahu a'lam.

Kata-kata "terlaknat" biasanya muncul dari mereka para teroris takfiri di Suriah dan para cheerleadernya. Teroris takfiri yang menyamar menjadi mujahidin, diimpor dari berbagai negara termasuk Indonesia. Konflik di Suriah sebenarnya bukan konflik agama, bukan konflik sektarian sunni vs syiah. Kalau boleh dibilang konflik ini diciptakan terkait fulus dan mulus (baca: bidadari).

Kalau pak Somad paham dengan geopolitik khususnya konflik Suriah dan tetap ngeyel mengatakan Bashar al Assad manusia terlaknat, tolong bantah fakta-fakta ini:

1. Presiden Bashar al assad terpilih dalam pemilu tahun 2014 dengan perolehan kemenangan mutlak 88.7% suara. Artinya rakyat Suriah mayoritas mendukungnya. Penduduk Suriah mayoritas bermadzhab sunni (74%), jadi baik sunni ataupun syiah mendukung kepemimpinan Basyar al assad.

2. Bashar al Assad menjabat presiden di Suriah sejak tahun 2000. Bahkan saat itu memperoleh suara 99.7% dan tahun 2007 mendapat suara 97.6%.

3. Walaupun dituduh syiah oleh para pembencinya, fakta yang ada kabinet Basyar al Assad mayoritas diisi oleh orang-orang bermadzhab sunni. Perdana menteri juga dari sunni. Grand Mufti Suriah Syekh Badrudin Hassoun juga bermadzhab sunni.

4. Bashar al Assad dituduh membantai sunni, fitnah dan hoax diviralkan oleh media-media barat. Dituduh mengaku sebagai Tuhan yang harus disembah. Faktanya, sejak tahun 2000 memimpin Suriah, apakah kaum Sunni sudah habis dibantai? Dituduh mengaku Tuhan, faktanya Basyar al Assad masih sholat berjamaah di masjid. Mengaku Tuhan tapi kok sholat??

5. Para teroris yang menyerang pemerintah Suriah bukan dari rakyat Suriah sendiri. Namun, mereka para jihadis takfiri itu datang dari berbagai negara, seperti Turki, Arab Saudi, Afganistan, Checnya, Libya bahkan dari Indonesia.

6. Teroris yang datang ke Suriah bergabung dengan berbagai faksi pemberontak di Suriah seperti Al-Qaeda, ISIS, Jays al Islam, Ahrar Syam, Al Nusra dan lainnya. Kemudian didanai, dilatih perang dan difasilitasi senjata untuk menggulingkan Bashar al Assad yg dianggap musuh bersama Amerika dan Israel.

7. Penyebab utama kenapa Bashar al Assad difitnah sedemikan rupa dan coba dilengserkan adalah penolakan Bashar al Assad terhadap usulan proyek pipa gas dari Qatar pada tahun 2000 silam. Proyek senilai 10 Milliar US$ ini melewati Saudi, Jordan, Suriah dan Turki. Kemudian saat mulai Arab Spring tahun 2011 Amerika bersama Prancis, Turki, Arab, Qatar dan Inggris membentuk "Friends of Syrian Coalitions" untuk menyingkirkan Bashar Assad. Sejak saat itulah Suriah dilanda konflik sampai saat ini.

8. Terkait konflik Palestina dengan Israel, Suriah-lah yang paling banyak membantu rakyat Palestina. Suriah menampung pengungsi Palestina. UNRWA mencatat bahwa pengungsi Palestina terdistribusi di berbagai negara yakni Yordania, Suriah, Lebanon dan Jalur Gaza. Kamp-kamp pengungsi di Yarmouk, Aleppo, Neibarat dan lainnya dijadikan tempat bagi pengungsi Palestina hingga mereka mempunyai banyak keturunan di sana. Tidak heran jika Brigade al Quds Palestina (sayap militer pejuang gaza Palestina) bersama-sama dengan SAA (Syrian Arab Army) berjuang melawan teroris di Suriah.

9. Sejak perang Arab-Israel tahun 1948, Suriah tidak pernah absen dalam melawan Israel. Tahun 1967 bersama Yordania dan Mesir, Suriah melawan Israel dalam perang yg disebut perang enam hari. Perang Yom Kippur tahun 1973, Suriah dan Mesir memimpin koalisi Arab melawan Israel. Di saat negara arab lainnya berdamai dengan Israel, hanya Suriah yg sampai saat ini yang menolak kerja sama dengan negara zionis itu. Bandingkan dengan Mesir, Saudi, Turki yang punya kedutaan Israel di negaranya.

10. Hamas, yang ditolak dimana-mana pada awal pendiriannya, ditolak Qatar, ditolak Jordania, ditolak Arab Saudi karena semuanya takut akan membahayakan hubungannya dengan israel. Namun Suriah bersedia menampung Hamas berkantor di Damaskus sebelum akhirnya Hamas berkhianat kepada Suriah.

11. Bisnis jual beli senjata untuk perang merupakan sesuatu yang menggiurkan. Oleh sebab itu konflik di berbagai negara Arab seakan dipelihara oleh Amerika, Saudi dan sekutunya. Arab bahkan menghabiskan 460 miliar US$ untuk membeli senjata dari Amerika. Senjata yang digunakan untuk membantai rakyat Yaman dan mempersenjatai teroris di Suriah.

12. Sudah banyak yang angkat bicara terkait konflik di Suriah. Semua satu suara menyatakan konflik Suriah bukanlah konflik sektarian Sunni vs Syiah. Mulai dari ulama, syekh Taufiq Ramadhan al Bouthi, Grand Mufti Suriah Syekh Badraddun Hassoun, Dubes Indonesia untuk Suriah Bpk. Djoko Harjanto, Ikatan Alumni Syam-Indonesia (Al-Syami), Julian Assange bos wikileaks dan pernyataan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Suriah sangat gamblang menjelaskan konflik di sana.

13. Pada tahun 2002 setelah adanya peristiwa 911, seorang Jenderal AD Amerika (Wesley Clark) mengakui bahwa amerika menargetkan kehancuran 7 negara dalam 5 tahun kedepan. Ke-7 negara itu adalah 
Irak, Libya, Suriah, Somalia, Sudan, Libanon, dan Iran.

Dua negara (Irak dan Libya) sudah hancur, saat ini yg sedang dalam proses dihancurkan adalah Suriah dengan memainkan isu SARA.

14. Israel mendirikan RS lapangan di dataran tinggi Golan dalam rangka memberikan pertolongan kepada teroris Jabhah al-nusra (pecahan al qaeda) yang terluka. Hal ini diakui langsung oleh Mantan Director Mossad Israel. Jadi semakin jelas para pemberontak Suriah merupakan binaan Amerika, Israel, Saudi dan sekutunya.

Jadi masihkan mau mengatakan presiden Suriah Bashar al Assad adalah presiden terlaknat yg membunuhi rakyatnya sendiri?

#BacaanKhususOrangBerakal

Sumber : Status Facebook Narko Sun

Sunday, November 5, 2017 - 00:45
Kategori Rubrik: