Membangun RS 8 Hari

Oleh: Wahyu Sutono

 

Seperti halnya di China saat menghadapi gempuran Covid-19, pemerintahnya langsung membangun rumah sakit khusus penanganan Covid-19 hanya dalam waktu seminggu. 

Kini Indonesia pun melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau hanya dalam waktu 8 hari, dan sedianya sudah dapat digunakan pada hari Senin, 6 April 2020.

 

Pembangunan rumah sakit khusus Covid-19 yang baru ditinjau Presiden Jokowi pada hari Kamis, 2 April 2020 ini didukung oleh 1600 tenaga kerja di area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam, dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas 80 hektar. 

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi terhadap Penyakit yang disebabkan Covid-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house. 

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas. 

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU. 

Untuk fasilitas utama akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi. 

Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan. Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter/detik dan tengah dipasang pompa air berkapasitas 5 liter/detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank. 

"Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang berkontribusi tak terkecuali."

Indonesia harus menang melawan Covid-19

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Thursday, April 2, 2020 - 12:30
Kategori Rubrik: