Membaca Siti Fadhilah

ilustrasi

Oleh : Alim

Beberapa kali saya dijapri orang, bertanya soal sebuah postingan/broadcast di WA yang menyebut bahwa corona adalah konspirasi, tidak berbahaya karena hanya flu biasa, obatnya cukup vitamin dan parasetamol.

Menariknya, isi dari broadcast ini menyebut2 Bu Siti Fadilah di dalamnya, yang pernah mengalahkan WHO dalam uji bukti bahwa Flu Burung (Avian Influenza (AI)) tidak menular antar manusia.

Anehnya, yang sedang dibahas adalah Covid-19, bukan AI tapi kok menganalogikan, menggatuk2kan dengan Bu Siti. Jadi jelas tidak sinkron, yang dalam kajian media disebut sebagai Context Collapse. Artinya, mencoba menggatuk-gatukkan sesuatu yang berbeda konteksnya sebagai legitimasi, agar dalam benak pembaca terbentuk kesan bahwa Corona itu bukan pandemi, seperti halnya AI yang gagal ditetapkan sebagai pandemi karena peran Bu Siti.

Pembaca yang tidak telaten akan mudah saja menelan mentah-mentah dan membiarkan kesan itu terbentuk di pikirannya. Padahal kalau sedikit saja jeli, akan menemukan ketidak sinkronan itu. Sayang banget sekelas Bu Siti dikadikan komoditas broadcast WA yang tidak jelas itu.

Sesungguhnya, kalau mau menggatukkan dengan Bu Siti, maka buktikan saja bahwa Covid-19 itu tidak ada human to human transmision. Maka akan sukses seperti Bu Siti.

Lagian, coba saja cek di videonya Deddy C itu, di menit 23dst Bu Siti jelas menyayangkan kenapa beliau yang masuk dalam kelompok rentan (karena usia dan punya beberapa penyakit) tidak dilindungi dalam masa pandemi ini, malah tetap di Lapas! Nah, artinya Bu Siti saja mengakui bahwa Covid-19 adalah pandemi, kan?

Bu Siti Fadilah memang mengatakan bahwa bila ada pandemi dan sudah ada kelompok yang memiliki vaksinnya dan melakukan komersialisasi vaksin, maka itu bisa dipastikan pandemi buatan. Nah, orang yang mencoba membangun opini Covid-19 adalah buatan berdasarkan hipotesa Bu Siti itu tidak menghubungkan dengan konteks sekarang di mana vaksinnya belum ada dan Indonesia juga sedang bikin vaksinnya seperti harapan Bu Siti Fadilah. Tapi di broadcast itu Bu Siti ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga seakan jadi legitimasi.

Di luar itu tadi, saat saya nonton wawancaranya, ada
satu statement Bu Siti yang saya ingat bahwa imun orang Indonesia itu bagus-bagus, seperti saat Bu Siti mengelola AI. Wah, ini pernyataan menyenangkan. Saya pribadi penasaran dengan data yang dimiliki Bu Siti soal profil imunogenetika orang Indonesia. Kali aja bisa membantu menyusun social engineering berbasis pada profil sistem imun, jadi yang lemah dilindungi.. yang bagus bisa lebih bebas. Ada yang tahu data ini diungkap Bu Siti di jurnal mana?

Terakhir, saya salut untuk Deddy C, youtubnya dah disapskrep 9 koma juta, dan wawancara dengan Bu Siti dah ditonton hampir 4juta, hanya dalam 5 hari.
Padahal sebenarnya nggak nyantol-nyantol amat dengan Covid, tapi berhasil membangun sebuah common sense di masyarakat bahwa covid itu konspirasi.
Anyway dapet monetize berapa nih?

Dah, mandi dulu aaah..

Sumber : Status Facebook Alim

Wednesday, May 27, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: