Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Berbagai tindakan dan pernyataan dari Panglima TNI oleh sebagian masyarakat ditafsirkan sebagai manuver politik. Bahkan dianggap dapat membahayakan karena berpotensi menyeret institusi TNI kedalam pusaran politik. Namun disini, coba kita lihat manuver Gatot Nurmantyo dari perspektif yang lain. Yaitu untuk kepentingan Keutuhan Bangsa. Apakah memang berbahaya ataukah justru memberikan kontribusi positif untuk negeri ini.

Dalam setiap momen pesta demokrasi, dari Pilkada hingga Pilpres selalu memberikan dampak terjadinya pembelahan ditengah masyarakat berdasarkan isu yang sedang diusung. Nah menyambut Pilpres 2019 nanti, saya berpendapat bahwa lebih mending masyarakat dihadapkan pada pilihan dikotomi "Sipil-Militer" dari pada terjebak dalam "Politik Identitas". Kenapa? Karena kekuatan politik militer itu organisatorisnya jelas. Kendalinya juga jelas. Komitmennya terhadap Pancasila dan NKRI apalagi. Tidak usah diragukan. Sedangkan Politik Identitas lebih rawan untuk disusupi dan ditunggangi kepentingan lain. Bahkan tidak jarang ada campur tangan pihak "luar".

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Jadi biarlah isu "manuver politik" Gatot Nurmantyo yang dianggap sebagai representasi TNI mengalir selama masih dalam bingkai menjaga keutuhan NKRI. Meskipun kita punya pengalaman buruk kepemimpinan ala militeristik oleh Soeharto di era Orde Baru, saya masih yakin Gatot Nurmantyo adalah prajurit yang reformis dan masih patuh pada Panglima Tertinggi Presiden Jokowi. Toh pada 2019 nanti beliau juga sudah Purnawirawan dan tongkat komando berada ditangan penggantinya. Malah syukur-syukur beliau juga ikut berkontribusi mengantarkan Jokowi menuju RI1 untuk yang kedua kalinya. Hehehe 
Salam Dua Periode 

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Saturday, October 7, 2017 - 22:45
Kategori Rubrik: