Memaknai Rejeki

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Banyak orang punya persepsi..., bahwa rejeki itu identik dengan harta..., kekuasaan..., kesehatan..., ketenaran..., maupun kecantikan.

Sebagai orang beriman..., kita harusnya percaya bahwa rejeki itu adalah takdir.

Karenanya..., takdir jangan hanya dimaknai terbatas..., tetapi sesuatu yang sangat universal sekali..., yang berhubungan dengan hukum alam atau sunatullah.

Sistem yang menjaga kelangsungan kehidupan di planet bumi ini..., adalah rejeki Tuhan.

Kehidupan itu adalah rejeki Tuhan..., karena tidak ada yang bisa 'menyediakan' kehidupan kecuali Tuhan.

Cobalah perhatikan...., apa yang terjadi kalau tidak ada atmosfer...?

Tentu kita tidak bisa bernafas..., karena tidak ada oksigen yang kita hirup.

Bumi akan mudah hancur..., karena tanpa pelindung dari serangan meteor.

Bukan itu saja..., tanpa atmosfer tidak ada proses photosintesa yang menjamin rantai makanan..., akibat matahari langsung menyinari bumi tanpa filter.

KIta akan kelaparan tanpa makanan.

Tanpa atmosfer..., tentu tidak ada hukum keseimbangan materi..., karena pasti bumi tidak berputar di porosnya.

Semua unsur di bumi akan terurai..., dan menciptakan bencana pemusnahan.

Itu dari sisi atmosfer..., belum lagi dari sistem yang ada dalam tubuh kita..., yang terdiri dari jasad dan pikiran.

Coba bayangkan..., apa yang terjadi bila kita punya jasad tanpa pikiran...?

Kita akan hidup seperti hewan...; bisa juga kita akan hidup seperti malaikat yang hanya berbuat baik saja...; atau kita akan jadi setan yang hanya berbuat jahat saja.

Tidak ada romantika kehidupan..., tidak ada hidup penuh warna..., dan tentu tidak akan ada perubahan peradaban.

Manusia akan saling menghabisi..., seperti hewan.

Nah sampai di sini, kita bisa paham..., bahwa rejeki itu adalah takdir.

Lantas bagaimana memahami rejeki Tuhan itu..., dalam kehidupan sehari hari....?

Ya..., kita harus memahami hakikat dari hukum ketetapan Tuhan.

Apa itu....?

Yaitu hukum keseimbangan.

Kehidupan di dunia ini selalu dalam keadaan berpasangan...: bahagia/menderita..., kaya/miskin..., sehat/sakit..., pria /wanita..., baik/buruk..., siang/malam.

Rejeki Tuhan itu adalah sistem..., artinya kalau kita bisa menjaga keseimbangan itu..., maka kita sudah memahami rejeki Tuhan..., kita bisa berdamai dengan kenyataan.

Mari kita bahas fakta kehidupan yang tidak bisa menjaga keseimbangan..., dan pasti tidak mapan.

Adolf Merckle adalah orang terkaya di Jerman...; tetapi karena depresi dia menabrakan dirinya ke kereta Api.

Michael Jackson adalah seleb paling terkenal di bumi ini..., tetapi dia meninggal karena minum obat tidur overdosis.

G. Vargas..., Presiden Btazil..., bunuh diri dengan menembak jantungnya.

Marilyn MonroeL.., artis cantik dan terkenal..., tetapi hidupnya dalam depresi karena tergantung kepada alkohol dan obat obatan..., dan akhirnya dia mati karena itu.

Radikalisme agama adalah orang yang melaksanakan agamanya dengan berlebihan..., hingga berujung jadi teroris yang membunuh dirinya sendiri..

Ternyata..., kemapanan seseorang itu bukan ditentukan oleh seberapa kayanya..., tenarnya..., cantiknya..., berkuasanya..., sehatnya atau agamanya.

Tetapi yang membuat orang bahagia..., adalah mampu menciptakan keseimbangan dalam dirinya.

Lantas apa kuncinya untuk bisa seimbang...?

Hiduplah sederhana..., tidak berlebihan..., termasuk beragama.

Orang yang hidup sederhana..., pasti dia mapan.

Rejekinya melimpah..., karena dia pandai bersyukur dan tahu arti mencintai.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Monday, January 27, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: