Memaknai Penjelasan Pidato KH Said Aqil Sirajd Di Harlah Muslimat NU

ilustrasi

Oleh : Prof KH Moh Mahasin

Pesan wanti-wanti Ketum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, dalam pidato Harlah Muslimat itu sebenarnya sangat jelas: Hai warga Nahdliyyin, rebutlah posisi kunci dalam bidang keagamaan. Kalau tidak, kalian akan menyesal nanti kalau posisi itu dipegang orang lain yang akan menyalah-nyalahkan semua dari amaliah kita.

Ini tdak jauh dari pernyataan Rasulullah SAW yang diriwayatkan melalui Abu Darda’, seorang sahabat Nabi, yang dikutip Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari di dalam Khittah 1926:
إذا ظهرت الفتن أو البدع وسب أصحابي، فليظهر العالم علمه، فمن لم يفعل ذلك فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ 

(Jika fitnah dan bid’ah bermunculan, dan sahabat-sahabatku dicaci maki, maka hendaklah orang yang tahu tampil ke muka dengan pengetahuannya. Barang siapa tidak melakukan hal itu, maka akan tertimpa kutukan Allah, para malaikat dan semua manusia).

Jadi, melawan fitnah, hoax, caci-maki kepada orang baik-baik itu adalah tugas keagamaan. Warga NU yang mempunyai ilmu, tidak boleh tinggal diam. Ketika keadaan baik-baik, mereka tidak boleh menonjolkan diri, tetapi ketika banyak hoax berseliweran, mereka harus … wajib … tidak boleh tidak tampil untuk mengambil panggung.

Sumber : Status Facebook Tsabit Al Banani

Thursday, January 31, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: