Memahami Tol Langit Jokowi

ilustrasi

Oleh : Suryo Purnomo

Lucu kedengarannya, ketika orang-orang tolol di sosial media mengira bahwa TOL LANGIT itu adalah jalan tol yang akan menghubungkan Indonesia dan Planet lain diluar angkasa. Orang-orang tolol yang hanya bisa mengkritik padahal mereka tidak paham dengan apa yang mereka gunakan setiap hari. Miris, para pengkritik ini TOLOLnya sampe ke LANGIT 7.... 

To the point saja..!! Setelah tol laut, dan darat yang dibangun pemerintah saat ini, sebentar lagi indonesia akan dikejutkan dengan "TOL LANGIT". Apa itu tol langit?

Istilah tol langit dipakai Presiden Jokowi untuk menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia, yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara.

TOL LANGIT terinspirasi dari Patih Gajahmada yang pernah berjanji ingin menyatukan Nusantara, tapi di Era Modern dan Zaman Internet saat ini dengan jaringan kabel optik untuk berkomunikasi. Khususnya masyarakat yang kurang mendapatkan informasi di daerah pedalaman. Salahsatunya adalah system pelaporan Penggunaan Dana Desa dan Pendidikan secara online (E-Budgeting).

TOL LANGIT adalah salahsatu investasi infrastruktur yang sangat hebat menurutku... terutama untuk para pengguna digital yang sengaja dibangun oleh pemerintah. Karena selama ini, jaringan internet hanya menyambungkan sebagian wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota yang banyak penduduknya. Wilayah terpencil di kota-kota terluar di Indonesia yang jarang penduduk, masih "fakir sinyal" bahkan tanpa sinyal sama sekali atau blank-spot. Alasannya cukup jelas, bahwa selama ini operator telekomunikasi swasta tidak masuk kesana, lantaran alasan tidak ekonomis. Potensi pemasukan tidak sebanding dengan ongkos investasi yang mahal.

Nah, pemerintah menggagas isolasi tersebut dengan nama Palapa Ring. Mungkin kalian sering lihat di jalan poros ada galian kabel optik sepanjang 22.000 kilometer (km), yang ditanam di darat maupun di dasar laut untuk menghubungkan titik-titik blank-spot tersebut. Palapa Ring, ini gunanya menyambungkan backbone dengan broadband kecepatan tingggi.

Saat ini sekitar 57 kota dan seluruh wilayah terisolir, seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik ini.

Perlu diketahui, proyek yang didanai dengan skema kerja sama pemerintah-swasta (private public partnership) ini, akan sepenuhnya rampung di bulan Juli mendatang. Tepatnya di bulan Agustus 2019 nanti, setelah perayaan 74 tahun Indonesia merdeka, Presiden Jokowi berencana memproklamasikan "Indonesia Merdeka Internet" menandai tersambungnya seluruh wilayah di Indonesia dalam jaringan internet jalur cepat (broadband).

#SalamCerdas
#IndonesiaMaju

Sumber : Postingan Suryo Purnomo di Group Jokowi Presidenku

Thursday, March 21, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: