Memahami Esa Pada Sila Pertama Pancasila

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Esa itu artinya bukan satu....., karena kata satu dalam sansekerta adalah Eka.

Esa itu bermakna tunggal atau kesatuan..., dan tunggal itu bisa jadi jumlahnya lebih dari satu..., misalnya...:

1. Kumpulan lebah dalam satu sarang masih bisa disebut sebagai esa..., sekalipun jumlah lebah itu banyak.

2. Tim sepakbola yang terdiri dari 11 orang..., juga bisa disebut esa..., ketika mereka memiliki satu tujuan dan bekerja bersama-sama.

Selain kata Esa..., sila pertama Pancasila juga menyebut kata Ketuhanan..., bukan kata Tuhan.

“Ketuhanan Yang Maha Esa”..., bukan “Tuhan Yang Maha Esa”.

Dalam Bahasa Indonesia..., imbuhan ke-an dalam kata berfungsi membentuk kata sifat.

Jadi..., kata ketuhanan bermakna “Sifat-sifat Tuhan” ...., ini artinya dalam sila pertama..., yang dimaksud tunggal itu bukan tuhannya..., melainkan sifat-sifat tuhannya.

Bagi orang yang memahami bahasa..., tidak akan berkesimpulan bahwa sila pertama itu artinya monoteis..., apalagi memaknainya sebagai sebuah inti ajaran Islam.

Sila pertama juga sama sekali tidak bertentangan dengan politheisme.

Tuhan banyak pun..., selama kesemua Tuhan itu sifatnya adalah kesatuan alias tunggal...., maka tetap sesuai dengan sila pertama Pancasila.

Lucu juga ketika ada orang menganggap..., sila pertama itu artinya Indonesia berpaham Islam.

Soekarno sendiri dalam pidatonya..., pernah menyebut bahwa semua umat agama diterima di Indonesia..., bahkan bagi yang atheis sekalipun.

Perlu diakui..., bahwa secara politis memang benar kalau sila pertama itu adalah penghibur bagi kelompok Islamis...; begitu juga dengan sila ketiga yang merupakan penghibur bagi kaum nasionalis...; dan sila kelima yang merupakan penghibur bagi kaum komunis.

Namun melihat dari sejarah dan fungsinya..., maka sebenarnya inti dari Pancasila itu adalah persatuan alias nasionalisme.

Apapun isi sila dalam Pancasila..., kenyataannya Pancasila berfungsi menyatukan bangsa Indonesia...; bukan menjadikan Indonesia negara monotheis..., bukan pula menjadi negara ini berpaham komunis/sosialis (karena kenyataannya masih ada sistem kapitalis).

Pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” adalah pesan sejati..., yang ingin disampaikan oleh lambang negara kita.

Siapapun yang ingin memecah belah bangsa ini...., apapun ideologi yang diusung.., maka mereka itu lah yang mencederai semangat Pancasila.

Rahayu....

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Saturday, November 23, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: