Meluruskan Kekecewaan NU Atas Dilantiknya Kabinet

ilustrasi

Oleh : Abdulloh faizin

jika hari ini masih ada gorengan fitnah yang memanfaatkan bahkan menjadikan isu kekecewaan NU terhadap kabinet baru presiden sebagai bahan propaganda di tengah tengah panasnya gurun politik. Maka hal itu adalah salah besar ! Benih benih provokasi dan agitasi ini harus dijawab serta harus diwaspadai. Karena NU sendiri belum bahkan mungkin tidak pernah menyatakan secara formal organisatoris kelembagaan tentang kekecewaan dan penyesalan itu.

Sreeeeeet...

Wacana tersebut adalah bagian yang tidak lepas dari pernik pernik kekhawatiran dari oknum yang ketepatan pengurus saja. Bukan pernyataan resmi yang dikeluarkan dari keputusan dan kemunfakakatan kelembagaan. Jadi harus diluruskan supaya tidak menjadi bumbu empuk penghuni gurun sahara untuk memercikkan api pertikaian dan permusuhan bersama untuk merapuhkan nilai luhur dan tujuan suci NU yakni penjaga NKRI..

Sreeeeeet....

Kita harus paham bahwa isu itu akan didengungkan dan dikembangkan terus menerus bahkan dibentangkan dari jagat timur sampai barat dunia maya oleh umat baduwi menjasi issu sentris yang mengesankan bahwa NU itu panik, gila jabatan kekuasaan dan wilayah sehingga menjadi bahan buliyan serta cacian publik hingga. Tujuan lain misi dan strategi keji mereka adalah membenturkan dan mengadu domba NU dengan pemerintah. itu yang harus diantisipasi.

Sreeeeet...

Fenomena itu harus disadari sebagai ancaman disintegrasi bangsa dan pelemahan kekuatan NU. kewajiban kita adalah meluruskan menghentikan menekan menghadang narasi busuk yang bersumber dari pernyataan yang dianggap dan di kesankan dari NU padahal hanya dari personalitas yang tidak ada akuntabilitas pertanggungjawaban yang jelas.

Sreeeeeet...

Secara implisit titik isu yang disinggung mereka adalah pada rumusan persoalan mengapa tidak ada reprentasi NU dalam bangunan bentukan kabinet presiden? Justru ini strategi jitu menyelamatkan NU secara formal dari titik benturan perlawanan terhadap kaum radikalis. yang dari dulu merupakan beban sendiri NU berjuang sendiran rela jadi bamper Negara.

Sreeeeeet ...

Kini beban berat itu berkurang karena Negara telah mempersiapkan figthter atau petarung untuk melawan mereka atas nama Negara. Dan beban NU lebih ringan tinggal membantu saja. Sehingga menjadi musuh bersama. Dan melawan bersama mengalahkan bersama mengnyahkan bersama dari bumi indonesia.

Pengalaman selajutnya jika yang melawan radikalis dan ekstrimisme yang mengatas-namkan islam. hanya dihadapi ormas ormas Islam seperti NU dan yang lain. Maka kesan yang muncul adalah perang besar antar ummat islam dan itu berbahaya seperti timur tengah. Antar harakah islam benturan dengan ISIS jabal Nusrah dan lain. Itulah yang menghacurkan Negara arab.

Sreeeeeet..

Maka disinilah butuh ketegasan Negara untuk menghantam pembrontak yang menjadi ekstrimis dan benalu Negara. Dengan shocj therapinya. Dan cara ini berhasil di Negara sepeti Mesir membumu hanguskan Ikhwanul muslimin habis dan bersih terekskusi. Di suriah pembrontak dibabat dan hancur hingga tak tersisa dan kemudian negaranya merdeka..

Sreeeeeet...

Yang terakhir tentang Mentri dari militer jangan lemparkan sakwasangka dulu terhadap beliau. Sebelum anda tahu vit and propertiesnya serta keahlian agamanya. yang jelas dengan keadaan yang darurat radikalisme itu Kehadiran sang mentri sangat di butuhkan karena beliau paham strategi perang melawan dan menumpasnya.

Sreeeeeet....

Marilah cerdas menyikapi realitas ini kembalilah kepada jargon yang di titipkan Ulama untuk kita dengan berbagai sudut pandang :

Kesatu
Secara Usul fiqih ini NU menganut kaidah mendahulukan menyelamatkan serta menghindarkan dari bahaya dan kehancuran Negara ini dengan mengangkat ahlinya ahli perang dan perlawanan. Dari pada meragukan keilmuan yang itu dianggap maslahat..

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
“ Menolak kemafsadatan (kehancuran) didahulukan dari pada mengambil kemaslahatan”

Kedua
Dalam kaidah tasawuf menggapa NU tidak panik dan tetap sabar menghargai keputusan kepala Negera karena NU memegang prinsip.
المنع عين العطاء
Ketika Allah mencegah atau menghalangi seseorang mendapatkan sesuatu yang diinginkan, hakekatnya Allah sedang memberikan rencana terbaik padanya. Seseorang yang sedang diuji Allah dengan Tidak mendapatkan keinginannya, hakikatnya Allah menunjukkan Jalan kesuksesan yang lebih besar padanya. Dalam konteks ini, maka seseorang Harus selalu berbaik sangka dengan takdir Allah Dan ridla padaNya

(رضا بما قدر الله).
Di level ini ia menghindari berburuk sangka kepada Allah Dan kepada sesama manusia. Selalu Ada hikmah tersembunyi dari perjalanan hidup yang direncanakan Allah dalam keputusan presiden.

Ketiga
Dalam posisi tertentu ambisius harus dihindari supaya tidak terpedaya dan NU telah belajar hal ini telah lama jadi tidak boleh panik dan kecewa dari keterwakilan.

حديث أبي موسى الأشعري  قال: دخلت على النبي ﷺ أنا ورجلان من بني عمي، فقال أحدهما: يا رسول الله، أمِّرنا على بعض ما ولاك الله ، وقال الآخر مثل ذلك، فقال النبي ﷺ: إنا والله لا نولِّي هذا العمل أحداً سأله، أو أحداً حرص عليه ، متفق عليه.

أخرجه البخاري، كتاب الأحكام، باب ما يكره من الحرص على الإمارة، برقم (7149)، ومسلم، كتاب الإمارة، باب النهي عن طلب الإمارة والحرص عليها، برقم (1733).

........Demi Allah aku tidak akan memberikan pekerjaan ( imarah/ jabatan kepada peminta......

Sreeeeeet...

Jangan pusingkan terbentuknya format menteri mari berkaya sendiri semoga berkah. Alhasil pemrintah saat ini serius menghadapi para benalu benalu bangsa walaupun dengan kuda troya Insya Alloh mampu mengalahkan unta sahara dan Alloh menyelamatkan Negeri kita. Amin.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Friday, October 25, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: