Melindungi Agama Membubarkan HTI

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Penolakan. Itulah yang dialami Hizbut Tahrir, organisasi politik yang mengusung sistem Khilafah --pemerintahan untuk seluruh Muslim berdasarkan syariat Islam-- di banyak negara, termasuk rumah asal mereka di jazirah Arab.

Tak heran, sebab upaya menegakkan khilafah berbenturan dengan konsep negara-bangsa yang dianut di era modern kini. Bertentangan dengan nasionalisme Arab yang melanda pemerintahan negara-negara Timur Tengah.
Sebagai konsekuensi logis atas kekhilafahan yang diusungnya, Hizbut Tahrir lantas menjadi musuh bersama negara-negara di dunia.

Fethi Mansouri dan Shahram Akbarzadeh dalam bukunya, Political Islam and Human Security, menuliskan Hizbut Tahrir teguh pada pendirian mewujudkan khilafah tanpa kekerasan. Untuk itu ia menggalang kekuatan dengan mencoba menyusup ke pemerintahan berbagai negara.

Di Turki misalnya, Hizbut Tahrir membuat surat terbuka kepada jenderal militer, mengajaknya bergabung dengan mereka untuk membentuk khilafah. Kenekatan ini berujung pada pelarangan Hizbut Tahrir oleh pemerintah Turki. Di Indonesia Hizbut tahrir pernah melakukan provokasi yang sama menyeru militer mengambil kekuasaan, laman resmi HTI menampilkan ajakan kudeta untuk TNI ini.

Penyusupan disusul oleh upaya penguasaan. Hizbut Tahrir mencoba melakukan kudeta. Seperti yang terjadi di Irak dan Suriah selama tahun 1962-1963, Hizbut Tahrir berusaha menyusup ke dalam badan militer.

Jika hari ini pemerintah memberangus Hizbut Tahrir, artinya pemerintah sedang melindungi ajaran Islam yang damai dari ambisi kekuasaan Hizbut tahrir. Pemerintah sedang menjaga nilai ajaran kasih dalam Islam tetap pada rel nya tidak menjadi jalan darah demi ambisi kekuasaan berbungkus ayat sebagaimana HATI dan kroni nya lakukan selama ini.

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Monday, November 13, 2017 - 16:00
Kategori Rubrik: