Melecehkan Presiden dengan Konten Pornografi, Yulianus Paongan Harus Dipenjara

 

Oleh: Maz Toni Aka Tante Paku

Ngakunya lulusan S3 tapi tutur katanya di media sosial jauh dari kriteria seorang akademisi yang berisi, jangan-jangan itu DOSEN yang tengah menjalani perawatan sakit jiwa ya? Si pemilik akun twitter Yulianus Paonganan (45) atau yang dikenal dengan nama Ongen @ypaonganan yang ditangkap Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Polri dengan tuduhan menuliskan kicauan-kicauan HATE SPEECH dan yang berkonten pornografi.

Dengan bangganya si DOSEN KUCLUK ini berkicau sampai 200 kali dengan taggar ‪#‎PapaDoyanLonte sambil memasang foto Presiden Jokowi dengan Nikita Mirzani. Perbuatan yang disengaja itu jelas melanggar Pasal 4 Ayat (1) Huruf a dan Huruf e Jo Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar, serta Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Dari berbagai sumber, Ongen lahir di Batusitanduk, Luwu, Sulsel pada 10 Juli 1970. Di Facebooknya, dia mencantumkan lulusan S3 ekologi batu karang IPB pada 2008. Dia juga mencantumkan dirinya sebagai Dosen Sekolah Pascasarjana Ilmu Kelautan IPB-Bogor, CEO di Maritime Media Group dan Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute.

Ongen merupakan pencipta drone. Bahkan dia mendapat banyak orderan drone dari negeri tetangga. Ongen ditangkap pada pagi tadi di sebuah lokasi di Jl Rambutan, Jakarta Selatan oleh Sub Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri. Dia ditahan karena kasus kicauan 'Papa Doyan Lonte'.

Jadi memasang FOTO Presiden Jokowi dengan artis Nikita Mirzani dan memberi taggar #PapaDoyanLonthe itu sudah PELECEHAN yang benar-benar KURANG AJAR, celakanya dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai DOSEN, PEMRED, PENCIPTA DRONE, si Ongen ini jelas sudah RUSAK MENTALNYA apapun pendidikan, jabatan, dan keahlian dia.

Selain itu si Ongen ini juga pernah menyindir TATTO-nya Menteri Kelautan dan Perikanan ibu Susi Pudjiastuti dalam cuitannya yang berbunyi: "Duh paha lonte itu ada tattonya di pahanya euy....apa namanya nikita."

Sebagai dosen dan pemred majalah maritim ternyata MENTALNYA rusak, apa karena kebanyakan NGELONTE ya ni orang? Otaknya kok isinya LONTE melulu? Apa mamaknya si Yulianus Paonganan itu mantan LONTHE ya? Apa salahnya Ibu Susi kok disindir dengan kata LONTHE? Apa salahnya Jokowi kok dituduh doyan LONTHE? Pastilah dia sendiri anak turunan LONTHE dueh, jadi merasa kepahitan dalam hidupnya dengan kata LONTHE itu.

(Lonte sendiri banyak definisinya dari berbagai sumber, namun yang paling menonjol di masyarakat LONTHE diartikan sebagai WTS).

Iwan Fals pernah menulis lagu dengan judul LONTHE walau akhirnya menyesali pernah menulis dengan judul lagu itu. Untuk memberi pelajaran pada kaum intelektual yang menyebarkan pelecehan porno kepada Kepala Negara sebaiknya si Ongen DIPENJARAKAN saja, tidak ada kata damai demi hukum yang tajam ke atas juga tajam ke bawah dengan sesungguhnya. Selain itu IPB mestinya MEMECAT dosen yang bermental rusak ini, karena telah mempermalukan instansinya.

Dalam hidup ini, segala sesuatu memiliki lawan. Namun jangan beranggapan bahwa hal-hal yang berlawanan itu tampil bukan sebagai konflik-konflik yang tak dapat didamaikan, melainkan sebagai pelengkap satu sama lain. Namun perbuatan Yulianus Paonganan itu bukan sebagai konflik namun perbuatan 
yang merendahkan nilai-nilai akademisinya sebagai lulusan S3 itu.

Salam NKRI Raya!

 

Sumber: Catetan Maz Toni

 

Friday, December 18, 2015 - 01:30
Kategori Rubrik: