Media Sosial Banyak Setannya

ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Zikria Dzatil (43), ibu dari tiga anak asal Bogor yang sempat ditahan karena nenghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini mengaku kapok bermain media sosial (medsos) yang banyak setannya. Ia pun tidak mau lagi berurusan dengan hukum gara-gara kekonyolannya di Medsos.

Selama ini Zikria memiliki dua akun medsos, Facebook dan Instagram. Sang suami, Daru Asmara Jaya pun sempat ngomel dan melarangnya bermain Medsos. Alasannya karena di medsos banyak berita bohong atau yang bernada provokatif.

Zikria pun berencana mematikan kedua akun medsosnya, kecuali hanya untuk mencari konten yang bermanfaat. Tapi sekarang mah, saya tidak mau. Kalau bisa semua keluarga saya tanpa medsos," ucapnya.

Zikria kini bisa bernafas lega setelah mendapat penangguhan penahanan dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Wali Kota Tri Rismaharini pun sudah memaafkan pernyataan Zikria di medsos.

Akibat statusnya yang menyinggung Walikota Surabaya, Zikria sempat dijerat Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia diancam hukuman masing-masing 6 tahun dan 4 tahun penjara. Selain dijerat Pasal 310 KUHP ayat 1 dan 2, tentang pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 4 bulan atau 9 bulan penjara.

"Untuk itu saya sangat bersyukur sudah dikabulkan penangguhan penahanan saya. Harapan sih, semoga SP3 dan saya selamanya di sini bersama anak-anak. Ia menyatakan mendapat banyak pelajaran dari kasus tersebut. Zikria pun berpesan kepada masyarakat agar bijak dan hati-hati saat berselancar di media sosial. Menurut dia, Medsos mempunyai sisi positif dan negatif."

"Kalau kata ibarat mah, lidahmu harimaumu. Tapi kalau di Medsos, tanganmu harimaumu. Jadi bijak, kalau perlu gak usah medsos-medsosan deh," tutup Zikria.

Kedah kapok atuh, era geus kolot. Sekarang ayo ajak teman-temannya yang masih suka nyebar hoax dan mengumbar ujaran kebencian, agar bisa segera insyaf. Silahkan kritik, karena kritik itu bagus dan harus. Tapi harus bisa bedakan mana kritik konstruktif dengan kritik yang destruktif. Jadi tak perlu juga harus menutup medsos bila hati kita bersih.

Sanes kitu ceu....

Sumber : Status facebook Wahyu Sutono

Saturday, February 29, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: