Medan Debat yang Cocok untuk Anies

Oleh: De Fatah
 

Berkaca dari "kedodoran" debat di Mata Najwa. Maka Anies mulai menghindari debat. Karena setiap debat selalu dibahas di Media sosial. Anies di Mata Najwa mengakui Media Sosial bukanlah medan perangnya. Media sosial sudah dikuasai pemilih rasional. Anies ngeles, pemilih rasional ini disebutnya buzer

Pemilih rasional cenderung memakai nalar daripada emosional. Mereka bebas menganalisa dan menarik kesimpulan sendiri, siapa paslon yang realistis atau paslon kebanyakan micin

 

Jika Anies memaksakan ikut debat, bukannya akan menambah dukungan, tapi malah akan menggerogoti 39 % suaranya, karena dengan situasi kondusif sekarang ini setelah badai 7 juta manusia, maka setiap orang dapat dengan mudah menalar semua program Pasangan Calon Gubernur. Kecuali mereka yang pekok awet

Mungkin 4 kategori pemilih ini sebagai medan perjuangan Anies dan cheerleadernya

Pertama: Pemilih Bebek, pemilih yang hanya mengikuti tuannya, jika Tuannya teriak babi mereka teriak babi, jika tuannya teriak guoblok mereka teriak guoblok. Padahal, saat mereka saling bersahutan meniru mencaci tanpa sadar mereka saling mencaci sesama mereka sendiri. Dan koplaknya, mereka tertawa bersama-sama

Kedua: Pemilih Kebanyakan Micin, pemilih yang tahunya muslim dan non muslim. Pokoke joget jika pemimpin muslim, walaupun maling asal muslim, walaupun bokis asal muslim, walaupun tukang fitnah asal muslim. Karena mereka berkeyakinan pemimpin yang seperti ini masih masuk surga. Walaupun di dunia menciptakan neraka

Ketiga: Pemilih Pembenci, pemilih yang dari dulu memang pembenci Ahok. Korban dari program Ahok. Korban dari integritas Ahok. Kebanyakan dari bekas partainya Ahok. "Pokoknya eike benci sama Ahok" ujar si zonk dengan suara kemayunya

Keempat: Pemilih Asoy, pemilih yang menunggu program bantuan tunai langsung plus plus. Pemilih yang ujung-ujungnya duit. Kencing duit, makan duit, kalah duit, menang duit, jongkok duit

Kemungkinan berdasarkan kategori inilah Anies tidak tertarik debat di televisi. Pertimbangannya lebih bermanfaat jika bergeriliya ke kampung-kampung, ke ormas-ormas karena pemilihnya mudah dipengaruhi tinggal menambahi PLUS. Daripada mempertaruhkan 39% suaranya untuk debat di Televisi. Itupun hanya dapat secangkir kopi

Menyedihkan, Anies yang dulunya didewakan kaum rasional sekarang mengemis dukungan ke kaum-kaum yang mengedepankan emosional daripada nalar.

 

(Sumber: Status Facebook de Fatah)

Tuesday, April 4, 2017 - 11:45
Kategori Rubrik: