MCA=MCK

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Entah bagaimana perasaan Rasullulah di alam sana, manusia mulia utusan Allah itu begitu bersusah payah diutus membenahi akhlak. Dia bkn membenahi agama, tp AKHLAK. Sampai pada sabdanya beliau mengatakan " sebaik2 manusia adalah manusia yg bermanfaat utk orang lain, dalam sabda yg lain, bila engkau mengaku Islam, artinya keberadaanmu menyelamatkan orang lain dari lidah dan prilakumu.

Lha sekarang ada ormas yg junjungannya diletakkan bagai nabi, mulutnya pedas melibas orang lain bhkn sampai negara dimaki2, mengkafirkan orang seperti dia yg paling suci. Ada pasukan penebar teror dgn nama keren Moslem Cyber Army, stlh terkuak isinya gila, sampai malu kita mengatakannya. Bahkan utk ukuran orang gila saja tak tega kita mengucapkannya. Mengarang cerita buta, fitnah dan tindakan amoral serta memusuhi negara. Begitu bencinya mereka kpd kebaikan, begitu irinya mereka kpd Jokowi, manusia rendah hati tapi tinggi akal budi ini mau dihabisi dgn akal keji. Sayang agama dijadikan tameng kebuasan akhlak mereka, agama dijadikan benteng utk kelakuan yg kontra dgn Islam yg kerap diteriakkan mereka, agama surga dibalut neraka, sy saja sbg muslim sdh pucat pasi mengikuti jumpalitannya manusia2 kebas muka ini. Sampai kapan ini terjadi, tak pasti tapi sdh kelihatan kl mereka mulai ngos2an. Tapi kita tak boleh lengah, krn menghadapi manusia setengah jadi harus dgn nyali, mereka tak perlu dikasi hati, jangan coba2 menasihati, negara dan presiden saja dimaki2 apalagi diajak argumentasi, tak mungkin bs diatasi karena mulut dan otaknya sdh basi.

 

 

Nama keren MCA, isi bak MCK, siapa yg membuat dan membesarkannya skrg mulai kecium baunya walau seperti biasa mereka pura2 tidak tau. Padahal kita tau sdh lama, kita jg sdh lama mencium baunya. Kondisi itu membangun stigma menjadi Muslim Caci Maki, siapa saja yg tak sama dgn mrk pasti dimaki, bhkn patung bisa dibenci dan dicemburui. Kawan sy pernah bertanya, kenapa mereka tak ngerti seni, sy jwb : jangankan seni, dirinya sendiri saja mereka tak mengenalnya. Coba tanya siapa mereka?..spontan nanti mereka menjawab Allahu Akbar.

Kan nggak ngerti, iya memang nggak ngerti, kita tanya siapa dijawab Tuhan Maha Besar. Para ulama mengatakan, orang2 yg tidak mengenal dirinya, akan sulit bagi mereka mengenal Tuhannya. Kalaupun ada, cuma sekedar agar dibilang imam besar, aha..aku baru sadar kak Emma ada dimana..kok lama gak jumpa, jgn2 sdh lupa bahwa Indonesia kampung halamannya, walau bkn asli pribumi tapi minimal sdh pandai mengelabui..

Lama sy merenung dan selalu..knp agama ini dihuni manusia2 dungu hati, dan beku pikiran. Kenapa Tuhan membiarkannya..ada yg mengatakan bhw mereka cobaan untuk kita, tapi mengapa agama yg dikoyaknya, kenapa jalan menuju Tuhannya dirusaknya, kenapa? apakah ini akhir zamannya dan kenapa harus Indonesia, kenapa,...ah entahlah..semoga mereka cepat mengenal dirinya dan tidak berlarut merusak agamanya..

Indonesia engkau harus tetap ada karena kelak engkau akan menjadi serambi surga..izinkan kami terus bertegur sapa sesama orang yg mempunyai keyakinan akan agamanya bukan yg menyempitkan pikirannya dan mengeritkan dahi karena iri dan dengki.

Doa kami utk Jokowi agar diizinkan memimpin kembali utk kedua kali dan dimudahkan mencari pengganti yg mumpuni, bkn yg suka mencaci maki.

Harus ada Muslim Cerdas Akhlak, bukan Muslim Cekak Akhlak !!!

Jumat 2.3.2018.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Friday, March 2, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: