Mau Tahu Seperti Apa Pemilu Curang Itu?

ilustrasi
Oleh : Sigit Pramono
 
Pemilu Curang dengan ciri- ciri *terstruktur, sistematis dan masif*, pernah terjadi di negeri kita . Kapan itu ?
 Di  jaman pemerintahan orde baru di bawah presiden Soeharto.
 
 Apa ciri-cirinya:
1. Penyelenggara Pemilu adalah Penguasa/Pemerintah. Bukan lembaga independen.
2. Partai Pendukung  Pemerintah ( Golkar) selalu menang mutlak. Itulah sebabnya mengapa Soeharto bisa berkuasa 30 tahun lebih.
3. Hasil pemilu sudah bisa diketahui,  bahkan sebelum pemilu dilaksanakan, orang sudah tahu hasilnya, dan sudah dapat dipastikan siapa yang menang. Lebih cepat dari metode Quick Count sekarang ini. 
4. Semua organisasi yang terkait dengan pemerintah, pejabat pemerintah, eksekutif BUMN, termasuk  pegawai negeri dan BUMN dimobilisasi  untuk  mendukung dan memilih partai Pemerintah ( Golkar ). 
5. Sebagian TPS didirikan di kantor lembaga pemerintahan dan kantor BUMN. Hari Pemilu bukan hari libur. Di semua TPS yang didirikan di kantor2 , partai pendukung Pemerintah ( Golkar) menang 100%. Pegawai negeri / BUMN  yang tidak memilih Golkar akhirnya pasti akan ketahuan/ tertangkap dan diinterogasi habis2an, dan akhirnya dapat konduite jelek bahkan bisa dipecat.
 
Apakah Pemilu 2019 sekarang ini memiliki ciri2 yang mengindikasikan terjadi kecurangan terstruktur sistematis dan masif? 
 
Mari kita lihat fakta2nya .
1. Penyelenggara pemilu bukan Pemerintah, melainkan lembaga independen ( Bawaslu, KPU).Presiden petahana  hanya menang sekitar 54  %.
2. Tidak ada TPS di kantor2 Pemerintah/ BUMN. Sehingga pegawai negeri/ BUMN bebas memilih calon  presiden siapapun, dan partai manapun tanpa ketakutan ketahuan pilihannya.
3. Hari pelaksanaan pemilu ditetapkan sebagai hari libur. 
4. Partai Pendukung Pemerintah ternyata tidak ada yang menang lebih dari 20% . Bahkan di beberapa daerah , presiden petahana bisa kalah telak. Demikian pula dengan partai pendukung Pemerintah/ presiden petahana di beberapa daerah kalah mutlak. 
 
Jadi di mana letak kecurangan terstruktur, sistematis, masifnya? 
 
Aneh kan? 
Sekarang ini yang terjadi di negeri kita  sungguh sangat menggelikan sekaligus menyedihkan
Bagaimana tidak? 
 
Titik Soeharto,  anak kandung Soeharto, Penguasa Orde Baru yang merupakan biang pemilu curang yang terstruktur sistematis dan masif, menangis dan mengeluh di depan media , bahwa capres-cawapres nya, serta partainya,  telah dicurangi dalam Pemilu sekarang ini.
 
Lebih menggelikan lagi, Amien Rais yang merupakan orang yang paling bertanggung jawab menggulingkan Soeharto, juga berteriak- teriak telah terjadi Pemilu Curang yang terstruktur sistematis dan masif.
 
 Padahal Amien Rais seharusnya adalah orang yang paling tahu mengapa Indonesia pasca reformasi perlu punya undang2 pemilu yang menjamin pemilu yang jujur, adil dan terbuka,. Amien Rais seharusnya juga tahu bahwa  pemilu setelah era reformasi diselenggarakan oleh lembaga independen yang terjaga netralitasnya. bukan oleh pemerintah. 
 
Sungguh suatu ironi.
Oleh karena itu sudah seharusnya orang seperti Amien Rais ini ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban sehingga situasi memburuk seperti sekarang ini. 
Kalau perlu Amien Rais harus diadili oleh rakyat.
 
Semoga penjelasan ini menjadi informasi yang bermanfaat,  agar masyarakat bisa  terbuka  hati nurani dan pikirannya. Supaya masyarakat *bisa menilai siapa yang telah berdusta di antara kita*. 
 
Ayo saudara2ku sebangsa dan setanah air, jaga negeri kita agar tetap aman, damai, dan rakyatnya sejahtera dan bahagia.
 
Sumber : Status Facebook Sigit Pramono
Sunday, May 26, 2019 - 16:15
Kategori Rubrik: