Mau Bebas Banjir? Relokasi Bukan Normalisasi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Kalo mas Wagub berani meminta gubernur baru, untuk mengeksekusi proses relokasi warga dalam normalisasi eh naturalisasi eh revitalisasi eh wkwk-isasi sungai Ciliwung di Jaksel dan Jaktim, saya pikir sebagian pengkritik akan acungkan jempol

Awal memerintah (Oktober 2012), gubernur Jokowi bersama menteri PU-nya Pak Beye bertemu untuk membahas proyek besar menyodet Ciliwung dan menormalkan aliran dan lebar Ciliwung sekitar 19 km dari LA sd Manggarai.

Baru saja proyek dimulai, banjir sangat besar melanda. Belasan korban jiwa melayang. Setelah ditelisik, akhirnya proyek besar lainnya dijalankan, merevitalisasi waduk Pluit dan Ria-Rio.

Gabungan dari proyek2 di atas membuat titik2 banjir pada banjir 2017 awal menurun dari 2000an (pada awal 2013) menjadi "hanya" 80an titik.

Maka, Wagub baru Jakarta akan jadi pahlawan jika BERANI merelokasi warga bantaran Ciliwung, walo tak sesuai janji kampanyenya yang menolak penggusuran

Kalo perlu, gubernur sampeyan dikudeta saja. Masih saja berkelit

"Ini bukan saatnya bicara relokasi. Prioritas Pemprov DKI ada di penanganan korban, bukan normalisasi"

Padahal jika warga tak kunjung dipindahkan dari bantaran sungai, tahun-tahun berikutnya mereka hanya akan menghadapi bencana yang sama.

L.A.M.B.R.E.T.A

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Friday, February 9, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: