Mata Sang Khaliq

ilustrasi

Oleh : Aries Susanto

Dua dekade silam, masyarakat Kediri, Jatim, dikejutkan oleh kepergian KH Ahmad Sodiq, kiai rendah hati asal Kapurejo, Pagu. Ribuan warga saat itu berduyun-duyun memenuhi kompleks Ponpes Kapurejo. Air mata santri dan ribuan jemaahnya tak terbendung lagi. Langit yg begitu cerah mendadak hujan deras mengiringi pemakaman jenazah beliau.

Mbah Sodiq, begitu ia akrab disapa, adalah kiai kampung. Ia dicintai masyarakat karena dikenal sangat dekat dg kawula alit dan mengayomi. Pondoknya sederhana dan berada di tengah-tengah permukiman warga (terakhir, sy dapat kabar, ponpesnya jd lokasi syuting pembuatan film Sang Kiai). Nasehat-nasehatnya sangat meneduhkan. Ia tak pernah mengajak untuk memusuhi orang lain, atau membenci. Menariknya, nasehat-nasehatnya tak banyak menukil ayat-ayat atau dalil, meski saya tahu ia sangat mumpuni dalam hal itu.

Tiap malam Padhang Mbulan, ia memimpin zikir dan manaqib kubro. Ini adalah acara rutin yg berjalan puluhan tahun. Saat acara seperti itu, jangan berharap bisa bertemu dg beliau. Sebab, ribuan warga dari berbagai daerah sudah berdesak desakan di depan rumahnya sekadar ingin mencium tangan beliau yg telah mengeriput itu.

Dalam berbagai kesempatan, Mbah Sodiq yg dikenal sangat waskita itu, kerap menangis sesenggukan saat menyampaikan pitutur di hadapan ribuan jemaahnya. Pernah ia merasa bersalah karena saat Kanjeng Nabi Muhammad rawuh di tengah-tengah acaranya, dirinya tak sempat menyapa dan menyalami. Terkadang, ia dirawuhi Kanjeng Nabi Khidir, Kanjeng Sunan Kalijaga, dan aulia Tanah Jawa.

Sedikit pun saya tak menyimpan keraguan atas ilmu kasyaf Mbah Sodiq tsb. Saya yakin, Allah telah menyingkapkan selubung-selubung mata hati bagi para kekasih-Nya.

"Hari ini, salah satu paku bumi telah dipundut. Kepada siapa lg kita gondelan, kalau bukan kpd para kiai,"dawuh guru ngaji saya penuh kesedihan sesaat setelah pemakaman jenazah Mbah Sodiq.
Dan hari ini, satu lagi paku bumi telah dipundut. Kiai besar, alim, allamah, KH Maimun Zubair, telah berpulang. Lahul fatihah....

Sumber : Aries Susanto

Wednesday, August 7, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: