Masyarakat Irrasional

Oleh: Erizeli Jely Bandaro

Saya sering di mintai advice oleh teman untuk menanyakan kejelasan soal dokumen yang ada pada mereka. Dokumen apa ? kalau melihat dokumen itu berhubungan dengan bukti transaksi keuangan yang berhubungan dengan dana triliunan atau miliaran dollar. Hebatnya dokumen itu berlabelkan IMF , world bank dan first class bank yang ada di Eropa. Sambil saya membaca dokumen itu biasanya diiringi dengan kisah yang luar biasa hebatnya. Kisah tentang dana yang tersimpan atas nama ahli waris ex raja yang ada di Indonesia. Tak lupa pula kisah konspirasi global dibalik harta itu. Dan tak lupa diselipkan tentang niat baik bahwa uang itu akan disumbangkan untuk rakyat Indonesia. Agar rakyat bisa makmur tanpa kerja keras. Tanpa harus mengorbankan SDA.

Nah siapakah yang datang minta advice ke saya itu ? mereka ada yang PNS, Dosen, profesional. Titelnya ada yang S3, bahkan anggota DPR , jenderal juga ada. Saya berusaha menjelaskan bahwa dokumen itu semua falsu dan kisah dibalik harta itu juga falsu. Mengapa ? dokumen bank yang berhubungan dengan dokumen keuangan tidak lagi dalam bentuk bilyet berlogo bank dan di tanda tangani oleh pejabat bank, tetapi sudah dalam bentuk print out computer yang bisa di verifikasi secara online. IMF dan World bank bukanlah lembaga perbankan pada umumnya yang melayani nasabah perorangan atau korporat. IMF dan World bank tidak ada hubunganya dengan bank instrument yang berkaitan dengan transaksi antar bank. Apalagi pejabat kementrian keuangan dinegara manapun tidak melakukan intervensi perbankan berkaitan dengan transaski personal. Jadi dokumen yang ada itu semua omong kosong.

Dengan susah payah saya menjelaskan tentang seluk beluk perbankan dan standar operasional bank yang berkaitan dengan penempatan dana dan penarikan dana secara international, tetap saja mereka tidak mau mengerti. Bahkan mereka anggap saya tidak paham soal apa yang mereka sedang tanyakan. Dan ujung ujungnya mereka salahkan Jokowi yang tidak ingin negeri ini makmur. Kenapa? karena Jokowi bagian dari konspirasi international untuk menyengsarakan rakyat, Itu sebabnya dana semacam ini tidak bisa di cairkan di Indonesia. Bahkan banyak dana yang sudah di transfer dengan persetujuan world bank malah di Block oleh BI. Tentu atas perintah Jokowi. Aduh…makin pening kepala saya. Apa hubungan presiden dengan otoritas perbankan. Itu urusan BI.

Nah kemarin saya dapat berita dari media massa. Ratna Sarumpaet menuding pemerintah memblokir dana Rp 23 triliun yang ada di rekening seseorang bernama Ruben PS Marey. Teman saya mengatakan soal dana di blokir ini sudah disampaikan semua kepada DPR. Tugas DPR harus memanggil SMI dan Jokowi untuk dimintai pertanggungan jawab. Saya langsung tertawa lebar. Mengapa ? ahaaa ini mengapa banyak jenderal, S3 dan pensiun PNS yang mudah dibegoin dengan fake story. Itu mengapa first travel dapat dengan mudah menipu dana triliunan. Yang kena tipu bukan hanya oran awam tetapi juga orang terpelajar. Itu sebabnya banyak orang terpelajar kena tipu modus penggandaan uang. Itu sebabnya banyak orang terpelajar kena tipu MLM yang fraud.

Itu sebabnya banyak orang terpelajar percaya kalau PS menang semua harga murah dan kurs menguat, jaln toll gratis, yang miskin dibuat kaya. Kalau mereka pendukung PS mudah ditipu karena bukan karena mereka tidak berpendidikan tetapi memang karena invalid mental. Akal sehat hilang karena sikap rakus yang mengingingkan too good to be true.

 

Sumber : facebook Erizeli Jely B

Wednesday, September 26, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: