Massa Iddah = Personal Lockdown?

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Lagi musim lockdown kayak gini, kita dibatasi keluar rumah, kecuali hanya yang penting-penting saja.

Tapi bukan berarti kita putus kontak. Justru pertemuan di online makin intens. Apalagi saya, permintaan ceramah online jadi semakin marak.

Tiap hari sibuk LIVE atau taping, jamaah tetap ngaji walaupun di rumah. Saya di rumah dan jamaah pengajian juga di rumah masing-masing.

Pas sesi tanya jawab, tiba-tiba ada yang tanya,"Ustadz, wanita yang sedang menjalani masa 'iddah kan tidak boleh keluar rumah. Nah boleh kah dia meeting online pakai ZOOM gitu? Atau posting video aktifitas keseharian, meski tetap secara fisik dia tetap di dalam rumah. Kan yang haram itu keluar rumahnya?".

Saya sering menggaruk kepada yang tidak gatal. Susah juga ya menjawabnya. Ini ada dua pilihan, mau pakai maqashid atau pakai formalitas tauqif, nih.

Kalau pakai maqashid, keluar rumah boleh, asalkan gak ketemu orang banyak. Tetap di mobil pakai cadar, tidak ada yang tahu dia siapa.

Kalau pakai formalitas, wajib di dalam rumah, tapi boleh dong video call dengna orang. Kan yang tidak boleh adalah keluar rumahnya.

Disitulah nanti para ulama kontemporer akan berdebat. Dan biasanya tetap ada yang ketat, dua-duanya nggak boleh.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, March 28, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: