Masih Nuduh Pro Asing Setelah Lihat Fakta Ini?

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

Mungkin sekarang kaum supen mulai ragu akan tuduhan bahwa pemerintah Jokowi pro asing dan aseng. Apa pasal? Beberapa fakta telah membuktikan betapa pemerintah sekarang begitu kuasa terhadap kepentingan asing, terutama dalam bidang usaha minerba. Banyak perusahaan asing yang dulu semena-mena eksploitasi dan rampas kekayaan alam kita, kini direbut kembali oleh Jokowi melalui para menterinya.

Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah pula menandatangani UU Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) menjadi UU Nomor 3 Tahun 2020. Dalam UU ini, perusahaan asing yang mengelola tambang di Indonesia wajib melakukan divestasi saham 51 persen menjadi milik Indonesia. UU itu ditandatangani Jokowi pada 10 Juni 2020. Dalam Pasal 174 memerintahkan agar peraturan pelaksanaan UU 3/2020 harus telah ditetapkan maksimal 1 tahun sejak UU berlaku.

"Negara melalui Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas penggunaan Mineral dan Batubara yang ada di wilayah Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengelolaan dan pemanfaatan Mineral dan Batubara secara optimal, efektif, dan efisien sehingga dapat mendorong dan mendukung perkembangan serta kemandirian pembangunan industri nasional berbasis sumber daya Mineral dan/atau energi Batubara," ujar Penjelasan Umum UU itu.

Dalam Pasal 112 disebutkan aturan divestasi perusahaan asing. Mereka wajib melepaskan saham 51 persen menjadi milik pemerintah. Dalam pemerintahan terdahulu, khususnya era ORBA mungkinkah bisa seperti ini? Alih-alih pemerintah Indonesia bisa menekan asing, justru SDA kita terus dirampas dan dibawa ke luar negeri. Para pejabat negara waktu itu sudah cukup diberi "pengarem-arem" untuk keluarga dan kroni-kroninya. Bukan untuk rakyat

Tidak dapat dipungkiri bahwa puluhan tahun mayoritas kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh asing. Banyak faktor yang membuat aset-aset kekayaan alam Indonesia tersebut jatuh ketangan asing. Diantaranya adalah karena keterbatasan teknologi dan kurangnya tenaga kerja ahli yang kita miliki. Ditambah lagi perusahaan-perusahaan asing yang menguasai kekayaan alam Indonesia mayoritas merupakan perusahaan multinasional yang punya aset besar.

Meski banyak aset kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh asing, bukan berarti kita tidak dapat merebutnya kembali. Buktinya ada beberapa aset yang sebelumnya dikuasai oleh asing berhasil kita ambil alih, entah itu oleh pemerintah ataupun swasta. Berikut adalah 5 diantara aset kekayaan alam indonesia yang berhasil direbut dari asing.

✓ INALUM

PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) merupakan perusahaan peleburan aluminium terbesar di Indonesia. Sebelum dikuasai oleh Indonesia, mayoritas saham Inalum sebesar 58,88 persen dikuasai oleh Nippon Asahan Aluminium Co. Ldt. Namun pemerintah Indonesia tidak memperpanjang kontrak Nippon Asahan Aluminium saat kontraknya berakhir pada 31 Oktober 2013.

Pemerintah Indonesia memilih untuk mengambil alih saham yang sebelumnya dikuasai Nippon Asahan Aluminium tersebut. Dengan pengambilalihan tersebut, 100 persen saham Inalum akhirnya dikuasai oleh Indonesia dan Inalum pun resmi menjadi BUMN. Saat ini Inalum juga merupakan perusahaan induk dari holding BUMN tambang.

✓ BLOK MAHAKAM

Selama puluhan tahun Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation. Barulah pada tanggal 1 Januari 2018, pengelolaan Blok Mahakam resmi diambil alih oleh PT Pertamina. Blok Mahakam sendiri merupakan kawasan yang menyimpan kekayaan minyak dan gas. Khusus untuk gas, produksi blok Mahakam merupakan yang terbesar kedua di Indonesia. Itulah sebabnya pemerintah Indonesia bersikeras ingin mengambil alih Blok Mahakam.

✓ NEWMONT NUSA TENGGARA

PT Newmont Nusa Tenggara, Perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan tembaga di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut diambil alih oleh perusahaan energi nasional Medco Energi, dan kemudian Newmont Nusa Tenggara diubah namanya menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Newmont adalah tambang emas terbesar di Nusa Tenggara yang diambil alih semuanya oleh pengusaha nasional, Jokowi mengatakan, meski Newmont diakuisisi perusahaan swasta, tetap ada peran pemerintah dalam proses peralihan kepemilikan tersebut.

✓ BLOK ROKAN

Sama seperti Blok Mahakam, Blok Rokan akhirnya juga jatuh ke tangan Pertamina. Namun Blok Rokan baru resmi diakuisisi oleh Pertamina pada tahun 2021 mendatang, seiring dengan habisnya kontrak PT Chevron. Pemerintah Indonesia memilih untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Chevron. Chevron sendiri merupakan perusahaan asing yang telah mengelola Blok Rokan selama 94 tahun.

✓ FREEPORT

Sejarah besar diukir oleh Indonesia dengan mengambil alih mayoritas saham PT Freeport Indonesia. Pengambilaihan itu melalui PT Inalum yang merupakan induk perusahaan dari holding BUMN tambang. Inalum mengakuisisi saham Freeport sebesar 51 persen. Sebelumnya Indonesia hanya menguasai saham Freeport sebesar 9,36 persen. Dengan menjadi pemegang saham mayoritas Freeport, tentunya akan menambah pemasukan Indonesia. Freeport sendiri merupakan perusahaan yang menggarap tambang emas dan tembaga di Tembagapura, Papua.

✓ BLOK SOUTH EAST SUMATERA (SES) DARI CNOOC

Blok SES merupakan salah satu pioneer dalam kontrak bagi hasil (PSC) lepas pantai di Indonesia. Kontrak bagi hasil WK SES ditandatangani pertama kali pada 6 September 1968 atau kini telah berusia 50 tahun. Selama beroperasi, WK SES pernah mengalami masa puncak produksi pada Juli 1991 dengan produksi harian sebesar 244.340 bph. Pada 20 April 2018, Pertamina mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengelola 8 WK yang habis masa kontraknya di 2018. Seratus persen participating interest delapan blok tersebut, salah satunya WK SES diserahkan kepada Pertamina.

Itulah beberapa aset kekayaan alam Indonesia yang berhasil kita ambil alih dari pihak asing. Mudah-mudahan di masa mendatang akan makin banyak yang berhasil kita ambil alih. Sangat perlu sekali untuk Kita apresiasi setinggi tingginya atas prestasi, Karya nyata setiap kerja keras Pemerintah Jokowi dan Jajarannya dalam memperjuangkan semuanya ini. Tentu semua dilakukannya demi masa depan dan penuh harapan besar untuk setiap generasi dan anak cucu kita nanti dalam mengejar dan meraih setiap masa depan yang penuh harapan ini.

Salam Menuju Indonesia Maju Sejahtera...

(Dikutip dari berbagai sumber)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Friday, June 19, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: