Masih Mau Demo Omnibus?

ilustrasi

Oleh : Liza Novijanti

Temanku pulang mudik ke Makassar, karena mertuanya meninggal. Dari Depok ke Bandara CGK, sudah terjebak macet karena demo. Di Makassar terjebak macet karena demo lagi. Pulang 8 hari kemudian, ke Jakarta 17 Oktober 2020 di Makassar masih ada demo lagi dan terjebak macet..

Demo Omnibus law ini benar2 kontra produktif. Di tengah Pemerintah berusaha membangkitkan ekonomi rakyat akibat corona dengan berbagai stimulus, baik bagi UKM/UMKM, maupun pengusaha besar. Makanya dibuat UU Omnibus law Cipta Kerja.. Tolong digaris bawahi Cipta Kerjanya yaaa. Omnibuslaw ini Untuk kalian yang masih nganggur ga punya kerjaan jadi kebanyakan waktu buat demo. Ga takut Corona Pak Bu, Mas Mbak, kumpul2 bikin keributan?

Yang demo menyoroti tentang cuti, kalo ga ada di OL, ada di UU ketenaga kerjaan tahun 2003 yang tidak dihapus dan masih berlaku. Yang demo menyoroti masalah lingkungan masih ada PP dan Permen KLH yang mempunyai kekuatan hukum kuat. Malah di sini Pemerintah mempunyai enforcement untuk melindungi lingkungan.

Tolong kalo ga ngerti hukum jangan ikutan demo ga jelas, yang kontra produktif dan merugikan banyak orang. Mending meningkatkan skill, ikutan ketrampilan yang diadakan Pemerintah agar punya penghasilan lebih. Pelatihannya Gratis, bahkan mendapat bahan dan alat gratis, serta uang, Mbak Lidia Puspasari, sudah membuktikan dapat blender, panci dan uang 200rb. Malah 2 bulan yang lalu, pelatihan yang diadakan BRI, selain gratis, juga mendapat uang bantuan modal sebesar 2 juta, bagi UKM/UMKM yang sudah memegang ijin usaha (ini dari Pemerintah, BRI hanya menyalurkan).

Lebih baik mengisi hari2 kita, dengan kerja2 yang bermanfaat, dan berguna bagi orang banyak. Dari pada demo2 yang merugikan orang banyak dan rentan tertular covid19.

Sumber : Status Facebook Liza Novijanti

Wednesday, October 21, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: