Masih Manusiakah Para Teroris?

Ilustrasi

Oleh : Mohammad Guntur Romli

Membaca hasil autopsi dan keterangan polisi terkait kondisi mayat 5 petugas polisi yang gugur, atau yang luka-luka, kita perlu bertanya serius, apakah para teroris itu masih manusia? Kita tak punya tanya agama mereka apa, tapi apa mereka masih manusia?

Sadis, brutal, biadab, laknat.... Istilah yg diusahakan bisa menggambarkan kekejian perlakuan teroris itu pada petugas polisi yang mereka tangkap. Digorok, disayat, ditembak dari jarak dekat, tanpa perlawanan ini kekejian, kebrutalan dan kesadisan yang dilakukan para teroris itu.

Masihkah kita bisa menganggap mereka manusia?

Dari hasil Identifikasi terhadap 5 jenazah anggota Polri korban kasus kerusuhan Napi Teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua dapat dilaporkan sebagai berikut:

1. Lebel mayat RS POL/V/001, korban: an. Briptu Fandi Setio Nugroho.
Luka: luka gorok pd leher tembus dari leher belakang s/d tenggorokan, luka lecet pada alis kiri, luka terbuka pada pipi kanan.

2. Lebel mayat RS POL/V/002, korban: an. Syukron Fadhli.
Luka: luka tembak pada kepala bagian kiri atas kuping tembus kepala sebelah kanan, luka lecet paha kanan.

3. Lebel mayat RS POL/V/003, korban: an. Wahyu Catur Pamungkas.
Luka: luka gorok pada keher kanan sampai pipi kanan bawah, luka pada dagu kanan, luka tembak pada dahi sebelah kiri.

4. Lebel mayat RS POL/V/OO5, Korban: an. Yudi Rospuji Siswanto.
Luka: luka tusuk pada kaki kanan, luka sobek lutut belakang, luka sayat pada kaki kiri, luka sobek pada punggung telapak kaki, Jempol kaki kiri robek, pelipis kanan robek, mata kanan dan kiri luka bacok, leher luka bacok, dada kiri kanan luka tusuk, tangan kanan luka bacok, siku kanan luka bacok, tangan kanan atas luka.

5. Lebel mayat RS POL/V/006, korban an. Denny Setiadi, SH.
Luka: pipi kiri luka bacok, bibir bengkak, gigi atas lepas, leher belakang luka bacok, luka tembak pada dada kanan.

Demikian dilaporkan.

Catatan: Semua luka yg sebabkan kematian dilakukan dari jarak dekat atau krn dalam kondisi korban tidak bisa melawan.

Banyaknya luka menandakan seluruh korban disiksa di luar batas perikemanusiaan sebelum dihabisi dengan cara ditembak atau digorok hidup-hidup.

http://jogja.tribunnews.com/…/ngeri-anggota-densus-88-yang-…

http://www.melekpolitik.com/…/teroris-biadab-hasil-autopsi…/

https://nasional.kompas.com/…/polisi-yang-gugur-di-mako-bri…

https://m.detik.com/…/begini-sadisnya-napi-teroris-bunuh-5-…

https://m.liputan6.com/…/guru-ngaji-itu-meninggal-dunia-di-…

https://m.detik.com/…/keluarga-gelar-tahlilan-briptu-fandy-…

Sumber : Status Facebook Mohamad Guntur Romli

Sunday, May 13, 2018 - 11:45
Kategori Rubrik: