Masih Halalkan Medsos?

 

Oleh; Nurul Indra

 

lihatlah foto2 wanita cantik di bawah ini. TATAP BAIK² wahai akhi! Cantik bukan? Indah kan rambutnya? 

Sayang mereka bukan mukhrim. Haram akhi lihat. Rambut itu aurat. 

Tapi foto wanita cantik seperti ini sulit dihindarkan dari pandangan akhi kalau masih pakai medsos. Bahkan bukan hanya rambut saja yang terlihat. Kaki yang jenjang, dada yang seksi. 

 

Tak mungkin dihindarkan, meski akun di private sekalipun foto2 seperti itu akan muncul, paling tdk di iklan. 

Mau menundukkan pandangan? Semakin menunduk, menatap layar smartphone, semakin jelas gambar itu. 

Ingat prinsip untuk menjalankan islam secara kaffah sesuai perintah rosulullah. Pegangan kita adalah al quran dan hadist. 

Baca sirat Al Isra:32, jelas disitu kita diperintahkan menjauhi maksiat. Hukumnya wajib, sewajib pakai jilbab. 

Kita harus menjauhi tempat maksiat karena itsarat asy-syahawat (menimbulkan gejolak syahwat). Hal ini dapat mengakibatkan Idthirab an-nafs (keguncangan dan kegelisahan jiwa), Al-wuqu’ fi al-ma’ashi (terjatuh kepada kemaksiatan), Al-wuqu’ fi an-nazhar al-muharram (terjatuh kepada perbuatan melihat yang diharamkan oleh Allah Swt) dan Idh’af al-iman wa ‘adamu karahiyat al-ma’ashi (melemahkan iman dan kehilangan kebencian kepada kemaksiatan).

Mau cari alasan apalagi buat menghalalkan medsos? Buat dakwah? Dakwah itu tugas ulama. Memangnya kita ulama? 

Ulama saja bisa tergoda. Apalagi kita yg baru saja hijrah dan mualaf. Sudah saatnya tinggalkan medsos. 

Semoga para ulama khilafah kita segera mengharamkan medsos agar iman dan aqidah kita terjaga. Amiin

 

Ini sumber bacaan saya :

https://www.google.com/…/menjauhi-tempat-tempat-yang-h…/amp/

Tuesday, January 28, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: