Masih Ada Peluang Habib Rizieq Bertemu Raja Salman

Seluruh dunia terhenyak dengan kekompakan umat Islam Indonesia yang bergerak begitu damai dengan zikir dan sholawat yang dilantunkan jutaan umat dengan khusuknya tanpa kekerasan. Hal itu membuat nama Habib Rizieq Syihab ikut mendunia sebagai tokoh Islam yang layak mendapat penghargaan dari negara-negara Islam, walau OKI belum ada sambutannya.

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Resminya memang kedatangan Raja Salman untuk memenuhi undangan Presiden Jokowi yang tahun 2015 kemarin berkunjung ke Saudi dan disambut Raja Arab dengan segala keistimewaan yang luar biasa itu. Dan permintaan Presiden Jokowi pun banyak dikabulkan sang raja, misalnya penambahan kuota haji hingga menjadi 221.000 pada tahun 2017 ini. Serta berbagai kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan.

Lalu kenapa ada isu bahwa Raja Salman juga akan bertemu Habib Rizieq Syihab? 

Atas dasar apa ada pertemuan tersebut?

Konon Raja Salman mengapresiasi gerakan FPI yang cuma ada di Indonesia, di negara lain tidak ada pembela Islam yang seaktif dan sekonsisten FPI dalam membela agama yang berasal dari negerinya ini. Apalagi Habib Rizieq sebagai pentolan FPI sukses menggerakan umat Islam Indonesia dalam aksi berjilid-jilid untuk "mempopulerkan Ahok" sebagai Cagub DKI yang revolusioner itu.

Seluruh dunia terhenyak dengan kekompakan umat Islam Indonesia yang bergerak begitu damai dengan zikir dan sholawat yang dilantunkan jutaan umat dengan khusuknya tanpa kekerasan. Hal itu membuat nama Habib Rizieq Syihab ikut mendunia sebagai tokoh Islam yang layak mendapat penghargaan dari negara-negara Islam, walau OKI belum ada sambutannya.

Untuk itulah Raja Arab antusias untuk datang ke Indonesia, jika alasannya hanya untuk bertemu Habib Rizieq jelas tidak menghormati tuan rumah, dalam hal ini Presiden Jokowi, sebab Raja Salman tahu kalau Habib Rizieq itu bukan orang asli Indonesia, tapi dari Yaman yang juga disebut umat FPI sebagai salah satu keturunan nabi Muhammad Yang Suci dan Mulia itu. 

Maka undangan Presiden Jokowi merupakan kesempatan emas untuk bisa ke Indonesia dengan kekuatan penuh.Kekuatan penuh di sini dalam arti, Raja Salman membawa 1500 orang dalam kunjungan ini, termasuk di dalamnya 25 Pangeran dan 10 Menteri. menggunakan 7 pesawat yang terdiri dari Boeing 777, 747, 757 dan C 130 Hercules. Boeing 757 yang dibawa adalah pesawat khusus untuk "emergency medical evacuation". Membawa 459 ton kargo. Termasuk di dalamnya adalah tangga pesawat dan mobil pribadi beliau.

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang berusia 81 tahun itu pun disambut dengan sangat istimewa oleh pemerintahan Indonesia. Presiden Jokowi akan menyambut balik sang raja di bawah tangga pesawat seperti yang dulu dilakukan Raja Salman. Selain itu tempat-tempat yang dikunjungi Raja Salman dilakukan renovasi dengan biaya tinggi, agar Raja Salman mendapatkan kenyamanan dalam segala hal.

Namun para pendukung FPI menggambar-gemborkan kalau kedatangan Raja Salman itu sebenarnya ingin bertemu dengan Habib Rizieq Syihab, agar tidak menimbulkan kegaduhan, Raja Salman tidak ingin hal itu diberitakan. Jadi pertemuan itu bersifat LANGSUNG, UMUM, RAHASIA alias LUBER.

Namun pertemuan antara Raja Salman dan Habib Rizieq pun mendapat bantahan dari pihak Arab Saudi, saling klaim dan saling bantah dalam politik itu hal biasa. Artinya masih ada peluang pertemuan antara Raja Salman dan Habib Rizieq tanpa perlu mengundang media, agar kegaduhan yang tidak diinginkan terjadi. Timses kedua belah pihak tentu sedang melakukan negosiasi dengan sembunyi-sembunyi.

Konon pertemuan LUBER itu akan berlangsung di Bali, dimana salah satu pentolan FPI Munarman memfitnah PECALANG di Bali hingga berurusan dengan Polisi. Maksud Raja Salman agar dunia tahu bahwa Islam tidak memusuhi umat Hindu, maka Bali dipilih menjadi tempat menginap dari 4-9 Maret nanti.

Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia juga ingin menunjukkan bahwa Saudi Arabia walau mayoritas Islam namun bisa dan bebas berhubungan dengan siapa saja, dalam bisnis maupun pertukaran yang lain dengan cara-cara damai dan simpatik, tidak perlu teriak-teriak kofar-kafir, yang penting saling menguntungkan.

Bila benar ada "pertemuan rahasia" antara Habib Rizieq dan Raja Salman dan tidak boleh diliput pers, tentu suatu keistimewaan bagi FPI, yang akhirnya FPI tidak lagi malu telah dituduh dan diejek kaum kafir bahwa FPI sedang berhalusinasi bertemu dengan Raja Arab itu. 

Ada lagi isu kalau FPI akan "Go International" dengan pendanaan dari Saudi Arabia, artinya FPI bisa buka cabang di Arab atau di negara yang ada warga muslimnya. Adalagi kabarnya Raja Salman juga akan memberikan dan mengukuhkan gelar baru bagi Habib Rizieq atas keberhasilannya dalam membuat gaduh Indonesia tanpa pertumpahan darah dan perpecahan antar suku itu, konon gelar yang diusulkan yaitu Imam Besar Internasional! 

Benarkah kabar itu, kita tunggu saja kenyataannya nanti.

Sunday, February 26, 2017 - 19:30
Kategori Rubrik: