Masa Depan Bio Fuel Sawit

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Hari ini setelah mengadiri peringatan Imlek di ICE BSD Serpong, Pak Jokowi memberikan sambutan pada Rakornas ristek dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dalam Rakornas itu dipanggil beberapa penemu inovasi diantaranya pak Chaerul dari Pinrang yang membuat pesawat.

Tapi salah satu yang melegakan adalah ketika Pak Jokowi memberikan sambutan, Beliau memanggil ke atas panggung Prof Subagyo dari Teknik Kimia ITB yang ahli katalis. Prof Bagyo diminta bercerita soal temuannya. Pak Jokawi ingin mewujudkan kemandirian energi lewat pengembangan bio fuel dari kelapa sawit yang telah dimulai oleh prof Subagyo dan tim. 

Pak Jokowi menjanjikan hadiah pribadi untuk Prof Bagyo dan tim dan juga ingin memberikan dana lebih besar bagi penelitian lebih lanjut mengenai bio fuel berbasis kelapa sawit itu. Pak Jokowi ingin kualitasnya dinaikkan dari B20, B 30, B40 hingga naik terus.
Itu juga untuk menghadapi tantangan dari EU yang tidak mau menerima CPO dari Indonesia.

Sejauh ini Pertamina perlu 10 jenis katalis untuk membuat berbagai bahan bakar, tapi baru 3 yang bisa dibuat di Indonesia, lainnya masih impor. Pak Jokowi memberi tantangan agar ITB bisa menjawabnya. Akan diadakan rapat terbatas di kantor presiden mengenai rencana pengembangan pabrik katalis ini. Mudah2an impian Pak Presiden dan juga Prof Bagyo bisa terwujud. Sudah ada 10 menteri yang sudah berkunjung ke lab prof Subagyo tapi terlalu banyak halangan regulasi yang harus dihadapi.

Semoga dengan dihandle langsung oleh Presiden usaha mewujudkan biofuel berbasil kelapa sawit (Diesel Bio Hidro Karbon ) ini bisa diwujudkan. Impor bahan bakar bisa dikurangi.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, January 31, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: