Marthin Luther King Jr

ilustrasi
Oleh : B Uster Kadrisson
4 April 1968, menjelang jam 6 sore, cuaca sedikit mendung dengan angin yang bertiup agak dingin pada awal musim semi. Suasana sedikit ramai, karena semua sedang bersiap-siap untuk pergi bersantap malam dan saling menunggu yang lain, dan Martin Luther King Jr. tampak berdiri di depan kamar 306, lantai dua balcony. Pandangannya jauh mengarah ke halaman bagian depan Motel Lorraine, Memphis, lokasi yang sudah biasa mereka jadikan sebagai tempat akomodasi. Satu minggu sebelumnya dia beserta rombongan juga menginap di sini, ketika bertemu dengan para buruh kulit hitam yang melakukan mogok kerja karena menuntut persamaan gaji.
Dalam usia menjelang kepala empat, dia tampak lebih matang dari pada kolega yang lain yang selalu menemani dan ada bersamanya. 13 tahun sudah berlalu, sejak pertama sekali dia memimpin pergerakan melawan kezoliman pihak penguasa Amerika terutama terhadap anak bangsa yang merupakan keturunan kulit berwarna. Diawali saat turun ke jalan melakukan protes bersama-sama dengan aktivis lainnya yang tergabung dalam pergerakan menuntut persamaan hak azasi, dalam memboikot perusahaan bus di Montgomery, Alabama. Demonstrasi ini bermula dari penahanan Rosa Parks, seorang wanita setengah baya yang menolak untuk memberikan tempat duduknya kepada penumpang kulit putih yang selalu mendapat tempat spesial di bagian muka.
Menjelang ulang tahunnya yang ke 28, dia didapuk menjadi pemimpin Southern Baptist Church, seperti juga halnya dengan ayah dan kakek dari pihak ibu. Walaupun sejak usia belasan dia sudah dipanggil Martin Luther King Jr, tetapi sebenarnya dia tidak terlahir dengan nama itu. Nama agung yang diambil dari bapak pergerakan agama Protestant, ditasbihkan setelah sang ayah kembali dari Berlin pada tahun 1934, yang seperti mendapat ilham jika suatu hari sang putra akan menjadi sesuatu. Dan pada usia ke 28 juga dia merubah nama di akte kelahiran, dari Michael King menjadi Martin Luther King Jr. sebuah nama yang akan dikenal oleh dunia dan akan abadi walaupun jasadnya telah lama hancur menjadi debu.
Demonstrasi demi demonstrasi dipimpinnya, terutama yang terjadi di sebelah selatan Amerika yaitu negara bagian Alabama, Tennessee dan Georgia. Dia sangat percaya, kalau kekerasan bisa dilunakkan dengan cara damai, seperti yang dilakukan oleh sang guru Mahatma Gandhi yang menjadi idola. Sesuatu yang menggetarkan dunia terjadi ketika lebih dari seperempat juta orang hadir di ibukota Washington DC untuk mendengarkan pidatonya yang disampaikan dari pelataran kaki gedung Lincoln Memorial, kenangan untuk seorang presiden yang telah berjasa dalam menghapuskan perbedaan kasta. Selesai menyampaikan pidato 'I Have A Dream' yang sampai sekarang menjadi bagian dari sejarah, seorang anak muda yang menjadi pengawal di atas podium meminta apakah dia boleh untuk memiliki kertas naskah*)
Panitia Hadiah Nobel kemudian menganugerahkannya mahkota daun laurette Nobel Perdamaian dengan hadiah 10 juta krone, sebuah jumlah yang cukup besar. Sedang FBI, sejak saat itu selalu mengawasi semua gerak geriknya serta menjadikannya sebagai musuh nomer satu, dan namanya kemudian masuk di dalam daftar. Apalagi ketika dia memimpin perjalanan long march selama 3 hari dari Selma ke state capitol Montgomery, Alabama untuk supaya permintaan hak memberikan suara oleh kaum Negro bisa didengar. Tetapi sayang, kaum muda yang ingin segala sesuatunya berlangsung dengan cepat dan ingin membalas dengan tindakan yang kasar, sekarang tidak lagi mau mengindahkan seruannya supaya mereka hendaknya lebih bersabar.
Terdengar dentang lonceng gereja di kejauhan menandakan jam 6 petang, Martin Luther King Jr. menoleh ke kiri dan tersenyum melihat Ben Branch, seorang saxophonist yang sudah tampak sangat necis. Kemarin malam dia bermain sangat bagus, menemaninya saat menyampaikan pidato 'I've Been To The Mountain Top' di depan ribuan para jemaat Church of God in Christ. Banyak yang sudah memperingatkan akan bahaya yang mengikutinya, seperti saat kemarin pagi pesawat yang tertunda karena ada ancaman bom dari orang yang bermaksud bertindak anarkis. "Ah, sudah tidak ada lagi yang aku takuti. Aku sudah pernah berada di puncak gunung atas ijinNya. Seperti juga semua orang, akupun ingin berumur panjang, tetapi sekarang aku sudah tidak begitu perduli. Mungkin aku tidak bisa menemani kalian ke tanah yang dijanjikan, tetapi aku sudah melihatnya, the land that has been promised."**)
Sedetik kemudian, terasa seperti sebuah sengatan lebah yang sangat tajam pada pipi bagian kanan, dan semua tiba-tiba menghilang dari pandangan. Bukan, bukan karena kelam yang menghitam, tetapi ada jutaan cahaya sinar putih yang sangat terang benderang, tampak begitu menyilaukan tetapi sama sekali tidak menyakitkan penglihatan. Semakin tinggi naik ke atas laksana terbang, dan terlihat tanah luas terbentang bagaikan berdiri tepat di atas puncak gunung yang tanpa ada halangan. Ah, kan sudah aku katakan -'and He's allowed me to go up to the mountain. And I've looked over. And I've seen the promised land'-**) dan kali ini sepertinya aku tidak lagi diijinkan untuk pulang.
Tabik.
Catatan :
*)George Raveling mempunyai naskah asli pidato 'I Have A Dream' milik Martin Luther King Jr., yang pada tahun 2013 ditawar 3 juta dollar tetapi tidak dia lepaskan.
**) Pidato 'I've Been To The Mountain Top', yang disampaikan Martin Luther King Jr. pada 3 April 1968.
***) Martin Luther King Jr. wafat ditembak di balkon lantai dua, di depan kamar 306 Motel Lorraine di Memphis, Tennessee, pada tanggal 4 April 1968, jam 06.01 sore hari. Dalam usia 39 tahun, dia dinyatakan meninggal 1 jam kemudian di RS setempat, setelah team dokter gagal dengan operasi jantung terbuka untuk melakukan resusitasi. James Earl Ray, 40 tahun, warga kulit putih yang rasis dinyatakan sebagai penembak, walaupun sampai sekarang masih menjadi teori konspirasi, karena tanpa latar belakang yang jelas dan bagaikan sniper dia hanya menggunakan peluru satu biji. Sejak tahun 1986, senin ke tiga dalam bulan Januari diperingati sebagai hari MLK Jr., yang mengambil tanggal kelahirannya yaitu 15 Januari.
 
Sumber : Status Facebook B Uster Kadrisson
Wednesday, January 20, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: