Mari Menjadi Waras

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Tidak boleh terlalu cinta dan benci terhadap figur pemimpin. Nanti taqlid buta

Saya dan sebagian besar kawan2, memutuskan memilih Jokowi karena memilih harapan dan rekam jejak.

• Figur yang relatif bersih
• Bukan bagian dari Orba
• Relatif muda
• Pemimpin yang relatif berhasil di Jakarta dan Solo

Tapi saat melihat kebijakan2nya tidak sesuai Nawacita atau kurang masuk akal, ya jangan dibela mati2an. Misal, proyek kereta cepat Jkt-Bdg yang trlalu pendek

Demikian juga jika warga Jakarta pemilih Ahok melihat gubernurnya sekarang. Kritiklah kebijakan2nya, bukan membenci orangnya. Kritiklah keputusan2nya, bukan ras atau gestur wajahnya

Ingatlah bahwa dulu ia salah satu suporter utama (saat kampanye) dan menteri Jokowi

Gubernur Jakarta, secara pribadi orang baik. Saya berinteraksi dengannya selama beberapa waktu saat pilpres di tim Jokowi.

Tapi apa dia bisa memimpin? 
Termasuk Jakarta yang besar dan barometer ekonomi nasional, dengan baik? Itu yang harus dikritisi. Disitu saya ragu. Lihatlah 100 hari pertamanya 

(Yang merekam ingatan 100 hari pertama Jokowi jadi gubernur Jakarta pasti paham)

Saya pun berharap pemilih gubernur Jakarta, juga bisa kritis.

Tak hanya taqlid buta. Inget, dulu kalian mencercanya, saat memutuskan berada di pihak Jokowi 

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Friday, January 26, 2018 - 13:45
Kategori Rubrik: