Mari, Jokowi Sekali Lagi

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Suasana batin dan hiruk pikuk politikus dari yg cap tikus sampai kelas kakap yg suka cuap-cuap makin kemari makin memperlihatkan kualitasnya masing-masing. Perang billboards yg dimenangkan oleh ketum PKB lalu ketum PPP tak mau kehilangan gaya, cuma saja gayanya tak norak menyebut cawapres, bisa saja test case mana tau bisa nyapres.

Prabowo calon kuat yg bakal ikut nyapres ketiga kalinya makin hari makin menjadi-jadi. Pidatonya yg meramal Indonesia akan bubar 2030 jd menunjukkan dia makin pikun atau memang dibisiki Permadi yg meramal Jokowi berkali-kali tak satupun terbukti, zaman milenial tetap saja tak rasional. Bagaimana capres yg begitu ambisius mau jadi presiden sebuah negeri yg bakal bubar. Kita tau maksudnya kl gak mau Indonesia bubar harus milih Prabowo, terlalu murah caranya, kayak iklan mama lemon beberapa tetes bisa mencuci piring sekamar.

 

 

Kehadiran Tuhan makin seksi, DIA tunjukkan secara perlahan tapi pasti bahwa DIA yg mempunyai kerajaan DIA yg memberi dan DIA yg mengambilnya kembali, DIA yg memuliakan DIA yg menghinakan, lihat saja orang-orang yg pernah dikasi kemuliaan sekarang membusukkan diri dengan mulutnya sendiri.

Orang bilang Jokowi yg tukang mebel saja bisa jadi presiden, oh iya kehadiranNya tidak menjadikan jendral bekas atau profesor yg jadi presiden. Tukang mebel itu bahannya bukan MDF, tapi jati tulen berserat apik yg tumbuh ditanah tandus bukan beringin bongsor yg getas karena tumbuh dengan kemudahan.

Dia ditempa oleh kesulitan, dibina oleh pengalaman, disatukan oleh tujuan, dan dilindungi oleh rahmat Tuhan. Itu fakta bukan "pengibulan". Skill is not about brain, it an attitude. Bagaimana Jokowi meleaderi dan memilih mentri, mengendalikan Megawati, menghadapi caci maki, kebayang si Anu jd presiden terus dibilang PKI bisa dihabisi pakai amunisi.

Saya selalu ditanya kenapa begitu percaya dengan Jokowi, bagaimana saya tak percaya sampai detik ini anaknya masih jual martabak bukan jadi pemalak, hidupnya gak kagetan kayak kere munggah bale, dia kerja kerja dan kerja untuk Indonesia untuk bangsanya. Nah kalau ada biri-biri dengan gizi tinggi kenapa pilih labi-labi dengan jalan perlahan kepalanya keluar masuk mengintip mangsa untuk dipatuk.

Saya akan terus menulis tentang Jokowi, presiden yg optimis akan negerinya, presiden idola dunia kata perdana mentri Australia. Bukan capres yg meramal negerinya bubar.

INDONESIA NEGARA BESAR, bukan abal-abal. INDONESIA tidak akan bubar INDONESIA AKAN MAKIN BESAR DAN BERKIBAR.

# JOKOWI LAGI..

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, March 21, 2018 - 10:00
Kategori Rubrik: