Mardigu Is Bossman?

ilustrasi

Oleh : Andi Setiono Mangoenprasodjo

Bossman ini menyebut saya buzzer, hanya karena saya bersikap kritis terhadapnya. Saya sih sudah terlalu biasa menghadapi realitas seperti dia ini. Saya cukup punya pengalaman harus berhadapan dengan manusia jenis ini. Dulu kala orang orang belum ribut ttg Mario Teguh, saya sudah sejak dini menuliskannya. Pun Ahmad Dhani yang seolah kebal hukum itu. Saya malas menghitung yang lainnya, tapi secara rerata bernasib sama. Karena, walau saya bukan siapa2, dan gak punya pretensi apa pun. Acuan saya sama, karena itu hasilnya selalu sama saja.

Juga untuk kesekian kalinya, saya dikirim oleh rekan2 baik saya tentang realitas BM ini. Saya pikir dari hari ke hari makin parah situasinya. Orang yang kenal langsung mulai berani bicara terus terang. Tentu saya senang, dalam konteks "mbok ya sudahlah, berhentilah ngomong besar". Siang ini sahabat saya, Wicaksono Adi mengirimkan postingan dari Syaefudin Simon tentang kesaksian orang dekat BM yang tahu betul apa dan siapa dirinya. Silahkan dibaca, jika luang. Semoga segera dicukupkan semuanya....

____________________

Mukti Day Teman Akrab MWP

(Sebuah Wawancara. Dimuat atas izin dan koreksi Mukti Day)

Simon Syaefudin

Salah seorang teman dekat Mardigu Wowiek Prasantyo (MWP) dan pernah bisnis bareng selama bertahun-tahun adalah Mukti Day (MD). Kini MD, alumnus FE Univ. Trisakti Jakarta itu, buka bisnis sendiri. Tak lagi berkongsi dengan MWP.

Kebetulan aku kenal dekat dengan MD. Pertemanan MD dengan MWP jauh kebih akrab ketimbang aku dengan Si Bossman. Rabu tadi pagi, aku mem-videocall MD. Menanyakan Si Sontoloyo yang lagi ngetop di medsos. Inilah obrolanku (SS) dengan MD tadi pagi.

SS

"Bagaimana menurutmu Si Sontoloyo yang ngibul di Youtube, bicara macam-macam dan sok ahli itu?"

MD

"Mardiigu itu mengaku psikopat. Ia pernah menyatakan kepadaku kalau ia psikopat."

SS

"Apa? Psikopat? Apa gejalanya Bro?"

MD

"Mardigu itu bisa kejam dan mampu untuk tidak empati sedikit pun pada korban penipuannya. Sekarang mungkin jutaan orang yang terkesima dengan kebohongannya. Bahkan mungkin saja tertipu masuk jebakan bisnisnya. Mana MWP peduli?"

Aku dan MD tahu siapa korban-korban penipuan MWP. Jadi aku langsung klik ketika MD menyatakan kekejaman Sontoloyo. MWP tega menipu teman-teman bisnisnya tanpa perasaan. Termasuk membiarkan nasib Pak Hartadi, pensiunan Bulog yang kelimpungan karena uangnya ratusan juta dibawa kabur MWP. Rekan bisnisnya yang lain, Kusminto, pernah disiram air kencing oleh teman-temannya untuk menjaga MWP karena ditipu mentah-mentah dalam bisnis koperasi East star. Uangnya Satya Nugraha, temanku (suami Dr. Multasih, alumnus FEB UGM, yang dua bulan lalu wafat karena corona) juga lenyap di tangan MWP.

Aku paham mengapa bangsa Indonesia mudah sekali tertipu dengan orang semacam MWP. Karena sebagian besar orang di negeri ini suka dengan cara mudah menjadi kaya dan suka dengan cerita-cerita indah yang menjadi jualan MWP?

SS

"Apakah menceraikan Mbak Rinta Tanu termasuk gejala psikopatnya?"

MD

"Kalau itu tidak. Rinta yang minta cerai. Karena MWP harus menikahi selingkuhannya yang hamil."

SS

"Kok MWP mau?"

MD

(Off the record).

MD

Sebetulnya MWP itu penakut. Ia tak akan berani macam-macam kalau ada orang yang ingin membuktikan kebenaran pernyataannya. Aku pernah melihat MWP plintat plintut waktu dikonfirmasi tentang statemennya perihal kesaksian atas kasus terorisme. Soalnya MWP di tivi ngaku-ngaku jadi interogator ratusan teroris. Oleh salah satu narasumber yang hadir juga, MWP langsung dihardik karena kebohongannya.

SS

"Bagaimana dengan bisnis migas MWP?"

MD

"Kan PT Titis uda klarifikasi. Tak ada kaitan lagi dengan MWP. Klaim-klaim lainnya dengan klarifikasi PT Titis ini sebetulnya membatalkan titel trilioner dan kemampuan untuk mematikan listrik setengah Singapura.

SS

"Termasuk bisnis training?"

MD

"Ya. Sebelum pandemi, MWP bisa dapat milyaran dari bisnis training. Bayangkan tiap kali event ada 400-an orang yg ikut pelatihan dengan bayar 4 jutaan. Sekarang dia kaya."

SS

Bagaimana dgn cryptocurrency-nya?

MD

Kayaknya Gagal. Apa benar kalau ada ribuan kilogram emas untuk memback-up crypto-nya? Lembaga berwenang apakah sudah mencek hal ini?

SS

Katanya sukses di properti?

MD

Setahu saya pernah kerjasama dengan pengusaha keturunan Arab membangun cluster di Bekasi. Tapi itu hanya belasan rumah saja. Hebatnya di medsos, Mardigu dikenal sebagai pengusaha properti sekelas Ciputra. Wkkk

SS

"Apakah MWP bergelar doktor. Kok di batch namanya waktu jadi trainer tertera gelar Dr dan staf khusus Menhan."

MD

"Wkkk. Mungkin perlu dikonfirmasi dengan alumni mahasiswa yang pernah belajar di Amerika aja ya.

________

Aku jadi ingat. Pernah mendengar MWP bercerita kepadaku perihal kasusnya di perbankan AS. Saat itu aku kaget. Kok jahat amat orang ini. Kuliahnya di San Fransico State University hanya dua tahun. Karena kasus perbankan tadi, ia langsung pulang ke Negeri 062. Polisi AS terlambat mengendusnya.

Oh ya, waktu aku depresi, Mardigu memberi solusi. Ia memberikan Inex kepadaku. Katanya agar sembuh. Sempat aku minum. Kepalaku kliyengan. Puluhan Inex dari Mardigu langsung aku buang ke tong sampah.

________

SS

"Bagaimana dengan Rumah Yatim Indonesia (RYI)?"

MD

"Yang diberi amanah namanya Pak Ali dan letaknya di jatibening tapi kemudian tanah dan gedung tersebut dijual. Saya gak tahu apakah Pak Ali ini yang kemudian bikin RYI.

SS

"Katanya MWP menyantuni 6000 anak yatim seluruh Indonesia."

MD

Wkkk. Tanya ke Pak Ali saja.

MD

Sekarang MWP sedang panen. Video-videonya di Youtube disubscribe ratusan ribu orang. Bahkan jutaan. Uang mengalir ke rekening MWP dari Youtube.

Sekali lagi memang MWP sangat hebat dalam hal storytelling. He is charming dan banyak disukai perempuan.

Kami pun tertawa. Terpingkal-pingkal karena paham maksud ini. Dasar psikopat, batinku mengumpat.

______

NB. Temans, aku sebetulnya enggan menulis ttg Mardigu. Karena ia temanku. Tapi, karena situasinya sudah berkembang sedemikian rupa (sampai adik-adikku di Cirebon dan kyaiku di Bekasi memuja-muja MWP setinggi langit), dengan berat hati aku membuka kedoknya. Tujuanku agar provokasi MWP yang membahayakan negara (menjelek-jelekan Jokowi, Sri Mulyani, LBP) berhenti. Provokasi MWP di YouTube uda masuk ranah politik. Makanya aku dengan berat hati membuka kedok MWP. Kalau anda ingin konfirmasi lebih jelas, inbox saja, aku kasih nmr WA Mukti Day, orang yang selama bertahun-tahun kerja bareng Mardigu. Di FB, klik saja Mukti Day. Ada kok. Di bawah foto Mukti Day dan Mardigu.

Sumber : Status Facebook Andi Setiono Mangoenprasodjo

Friday, June 5, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: