Maraknya Bom, Pemuda Suriah Tobat, Di Indonesia Baru Mulai?

Ilustrasi

Oleh : Lion Fikyanto

"Jikalau aku masih diterima, saat ini juga aku akan terjun angkat senjata!"

Begitulah nasehat Syekh Ramadhan Dieb, salah satu Murobbi kami yang sudah berumur lebih dari 100 tahun, malam itu seperti biasa setiap malam Selasa setelah Isya' adalah jadwal rutin Muhadoroh Tazkiyah mingguan untuk para mahasiswa dari berbagai daerah di Suriah yang menetap di Mabit/sakan dakhili (asrama mahasiswa).

Muhadoroh Tazkiyah adalah Muhadoroh yang dikhususkan untuk mengisi nutrisi/asupan batin & akal dari kekering kerontangan hingga kejumudan suntuknya menjalani aktifitas sehari-hari yang diisi dengan berbagai wejangan, nasehat, motivasi juga berisi dzikir, sholawat hingga nasyid dan ajang santai saling bertukar keluh kesah setiap permasalahan yang ada sambil menikmati kehangatan aroma secangkir zuhurat syamiyyah dan sepotong halawiyat syamiyyah, dengan pendekatan emosional spiritual antara guru dan murid, dengan kedekatan yang tak jauh berbeda dengan orang tua dan anak-anak nya.

Setiap minggunya pengisi rutinitas Muhadoroh Tazkiyah inipun bergiliran, yaitu diisi orang-orang dan tokoh dakwah Ulama' besar pilihan dari kampus kami, tidak ada yang tidak kebagian giliran, mulai dari jabatan tertinggi yakni Mufti hingga pengajar di kampus yang memang terus menerus beroegang teguh mewarisi wasiat dan manhaj Syekh Ahmad Kaftaru Rahimahullah..

Pada malam itu, Syekh Ramadhan Dib dengan suara yang serak namun lantang karena sudah cukup berusia sepuh masih terus memotivasi kami untuk belajar bersungguh sungguh dalam situasi apapun, terlebih saat ini Suriah sedang dilanda konflik, karena saat ini beliau banyak tau para pemuda Suriah banyak yang kehilangan arah dan tujuan, tak sedikit dari mereka yang kabur mencari suaka di Eropa sebab konflik, disaat yang sama lebih dari separuhnya banyak dari para pemuda yang menyingsingkan lengan tangan memikul senjata guna mempertahankan kedaulatan, keamanan serta perdamaian negaranya dari ancaman kelompok radikal sempalan dengan meninggalkan berbagai kenikmatan hidupnya, ya.. mereka itulah yang dengan gagah berani mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk mempertahankan setiap jengkal tanah airnya yang diporakporandakan oleh segerombolan perongrong bersenjata yang menuntut keadilan atas nama Agama.

Sehingga tidak sedikit dari para pemuda disini selalu mengundur ngundur masa kuliahnya demi terbebas dari wajib militer dan bela negara, tak jarang ditemui tipe mahasiswa tersebut duduk di semester 1-2 hingga 3 tahun lamanya, meski tidak semua tetapi ada saja yang memang begitu, 
Pada kesempatan itu pula Syekh Ramadhan Dib langsung menyemprot para pemuda tersebut dengan nada agak kesal :
"Asal kalian tau! Di umur saya yang sudah melebihi 100 tahun ini, jika pihak militer/angkatan bersenjata membutuhkan saya dan masih mau menerima saya untuk angkat bersenjata melawan terroris! Maka saat ini juga saya akan turun! 
Tetapi sayang beribu sayang umur saya sudah tidak mereka terima untuk melaksanakan panggilan Ibu Pertiwi ini,
Apa yang membuat kalian takut?!
Hidup segan matipun tak mau!".

Seluruh wajah para mahasiswa tertunduk malu,
Milikilah rasa pendirian yang jelas! Lanjut Syekh Ramadhan Dib, jika kalian berniat belajar maka belajar lah sungguh-sungguh! Jangan hanya karena kalian mencari alasan untuk tidak mengikuti program wajib militer!
Berapa banyak pemuda-pemuda seumuran kalian yang telah berguguran rela berkorban meninggalkan seluruh kenikmatan hidup demi mempertahankan perdamaian dan keamanan negara ini hingga kalian dapat hidup tenang belajar di kampus ini?!!

Begitulah secuil nasehat beliau kepada para mahasiswa lokal disini, sedangkan aku, setelah mendengar nasehat itupun langsung teringat akan tanah air ku Indonesia, dengan penuh bayangan mengerikan aku berandai-andai apakah mungkin Indonesia akan menjadi seperti Suriah disuatu hari nanti? dan disaat itu juga aku menepis membuang jauh-jauh fikiran negatif yang mengerikan dan berharap tidak akan terjadi apapun untuk NKRI tercinta.

Waktu demi waktu berjalan, Buuuum! benar saja, bagai ledakan Mortar yang tiap hari kami dengar disini, kejadian beberapa hari yang lalu di Mako Brimob Depok pun terjadi begitu saja tanpa pernah sedikitpun orang menduga dan memprediksi, sekelompok manusia yang dengan bangga membantai beberapa anggota polisi dengan berbagai siksaan berdarah-darah hingga berguguran.

Kalaulah tidak karena kebijakan sikap pihak berwajib, mungkin Indonesia akan menjadi the next Suriah, sontak saja aku langsung mengingat pesan & nasehat Syekh Ramadhan Dib Hafidzahullah waktu itu, maka jika itu benar terjadi, aku akan menjadi yang pertama & yang terdepan melawan siapapun yang berani memecah belah kehidupan beragama, berbangsa serta bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

Untuk saat ini, Indonesia masih berdiri dengan komponen-komponen yang berkompeten dalam setiap bidangnya, Polisi, TNI mereka lah yang bertugas serta bertanggung jawab menjaga keutuhan Kestabilan Negeri ini, juga para Ustadz/Da'i, Ulama' dan Kyai kalianlah pundak Kestabilan Jiwa Indonesia, Dengan lisan kalian lah masa depan keamanan Indonesia dipertaruhkan, jangan sampai justru menjadi kebalikannya yang malah justru turut serta memprovokasi mencaci hingga mengadu domba antara Pemerintah, Tokoh Agama & masyarakat serta pada rakyat umumnya, dengan menyebarkan ujaran kebencian dan menggaduhkan situasi dan kondisi.

Akan tetapi kelak jika naudzu billah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mari bersama-sama bahu membahu dari sekarang melawan segala sikap dan perilaku yang hendak menghancurkan konsep dan tatanan negara ini,
Mari...! Kita mulai sejak dini, berusaha semaksimal mungkin menjaga Negara, Agama/Akidah dan Ideologi kita semaksimal mungkin dari bibit-bibit Radikalisme Terrorisme dengan segenap kemampuan yang kita miliki, jangan sampai Negeri tercinta ini menjadi seperti Negeri yang sudah porak poranda dimana aku sudah sangat cukup kenyang merasakan penderitaannya serta menjadi saksi hidup sejarah berdarah-darah suatu Negeri yang dulu sangat-sangatlah Indah, damai aman dan sentosa.

Sumber : Status Facebook Lion Fikyanto

Monday, May 14, 2018 - 19:15
Kategori Rubrik: