Manusia Kuat Indonesia

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, manusia yang sentausa. Karena kesempurnaan? Acap justeru karena sebaliknya. Apalagi dalam kaitan kesehatan.

Banyak bukti bagaimana kuatnya manusia Indonesia. Dari sejak mengonsumsi makanan dan minuman, gaya hidup, gaya tidur, gaya ngeseks, hingga gaya jungkir-balik dari tagihan utang yang numpuk.

 

Nasihat orangtua sekarang, cuci tangan sebelum makan, jangan makan sembarang, cuci kaki sebelum tidur, pakai sendal jangan cekeran. Biar apa? Biar virus, racun, atau penyakit, tak masuk ke tubuh. Padal, justeru jaman kini banyak penyakit bermunculan. Penyakit dengan nama aneh-aneh, di luar stroke, diabetes, jantung, asam-urat, vertigo yang sudah akrab di telinga. Justeru ketika informasi dan kesadaran mengenai kesehatan meningkat.

Jargonnya kemudian: Manusia modern (mangsudnya berpengetahuan dan beradab), ialah manusia sadar kesehatan. Yang tak sadar, dianggap kuno, berperilaku jorok. Kayak merokok, begadangan, minum minuman keras (dari besi misalnya), mbakmi tengah malam, nongseng kambing dan asu dan seterusnya.

Ada lelucon tragis dalam hal ini. Dulu teman-teman saya waktu miskin, boleh makan apa saja. Tapi kalau nggak punya duit? Giliran mereka kaya, punya banyak duit, dokter melarang makan ini dan itu, ingat kesehatan. Kasiman. Hanya Butet Kartaredjasa contoh baik, bagaimana kaya dan terus memamah-biak. 

Pada jaman dulu, setidaknya jaman yang saya tahu dan alami waktu kecil, makan tanpa cuci tangan tak membuat sakit, apalagi mati. Kalau ikut ‘wiwit (ritual memulai panen padi), jika dapat sepincuk nasi dan gudangan (bonus telur diiris seper-16), kalau pun cuci tangan justeru di parit untuk mengairi sawah. Airnya butek, tohor. Tangan mungkin bukannya bersih, tapi tambah kotor. 

Belum pula jajanan pinggir jalan. Sebelum menjelaskan itu, kenapa disebut jajanan pinggir jalan? Karena kalau di tengah jalan bisa mawut ketabrak kendaraan ‘kan? Kan! Nah, jajanan atau warungan itu, kita tak tahu cara mengolahnya. Mungkin disebut tidak higienis, jorok. Bahkan pedagang yang buruk, mencampur dagangannya dengan aneka racun. Karena ingin untung besar. Minyak untuk orang mati pun dipakai mempercantik makanan. Belum pula aneka bahan kimia, sebagai pewarna maupun pengawet, yang berbahaya untuk tubuh manusia.

Manusia yang hidup di daerah tropis, dengan limpahan sinar matahari, secara fisik jauh lebih kuat dibanding manusia Eropa, Amerika, Jepang, China. Alam tropis mendidik daya tahan manusia dengan asupan sinar matahari. Bali banyak dikunjungi turis mancanegara, cuma untuk berjemur, membakar pigmen kulit mereka yang rentan. 

Manusia Indonesia adalah manusia yang kuat. Kelemahan manusia Indonesia hanya karena kebodohan. Takut pacaran, takut demokrasi, takut Pancasila, takut virus Corona. Mangkanya sangat demen janji sorga, baik dari politikus maupun yang suka menjanjikan itu.

 

(Sumber: Facebook Sunardian Wirodono)

Monday, February 17, 2020 - 16:15
Kategori Rubrik: