Manusia Adalah Teladan bagi Yang Lainnya

Oleh: Iyyas Subiakto
Pak Din, tokoh besar yg nyaris kesasar. Perjalanan hidupnya penuh karya, dia sudah di tokohkan dan seyogianya menjadi panutan, bukan parutan.
Tragis nasibnya, di tengah gencarnya mereka dlm gerakan KAMI yg justru meretakkan bukan merekatkan apa lagi menyelamatkan, disana Tuhan menamparnya dgn memberi contoh rumah tangganya berantakan.
 
Bagaimana mau berenang di samudra, kalau berenang dikolam saja tenggelam.
Tidak bermaksud mengajari ikan berenang, tapi mengingatkan, bahwa kelas ikan kolam tidak bisa memaksakan berenang di laut dalam. Orang-orang yg terhimpun dalam KAMI atau member of ILC adalah rata-rata orang yg tidak berkaca kepada kebenaran, mulut dan isi kepalanya penuh ke irian, outputnya makian, dan celotehan murahan.
Lihat bagaimana ngerinya isi WAG mereka atas rencana kerusuhan yg akan di jalankan, 8 orang yg di tangkap adalah pentolan KAMI yg garis komandonya pastilah ke atasannya yg tak lain adalah seperti GN dan DS. Lihat reaksi GN saat anak cindilnya ke cokot, dia balik badan, makian yg di semburkan beberapa jam sebelumnya menjadi pujian dan ada kata mulia, padahal dia mengorbankan anak buahnya yg hampir saja lulus atas tugas mulia merusak bangsanya.
Jenderal itu bukan hanya bintang di pundak, tapi lebih kepada bagaimana dia bertindak dan berpihak kepada hal bijak, karena disana akan terbaca bagaimana akhlaknya, bukan istananya, kuasanya atau wanitanya.
Andai mereka punya rasa malu, bukan merasa mampu. Mereka semestinya bergembira saat Jokowi membenahi negaranya, bukan malah menerornya hanya karena ingin berkuasa dan sok bisa.
Dari latar belakangnya, gelarnya, jabatannya, mestinya mereka jadi tauladan. Tapi fakta lain mengatakan Tuhan akan menjaga orang yg diinginkannya dan menetap pada wilayahnya, bukan kepada orang yg hanya mampir dan berpura-pura, serta kehadirannya hanya kalau ada perlunya.
Jadi, belajar dan sadarlah dari mulai di rumah, ngurus keluarga, anak yg butuh contoh, rumah tangga yg tidak sekedar ada. Ngapain gaya ngurus negara kalau pulang kerumah kasur sudah pindah ke halaman rumah.
NGURUS NEGARA ITU BERAT, BIARKAN JOKOWI SAJA.
 
(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)
Tuesday, October 27, 2020 - 16:30
Kategori Rubrik: