Manusia adalah Makhluk Paling Unik di Dunia

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Betapa tidak...: kalau hewan hanya bisa bersenggama dan memangsa..., Setan hanya bisa berbuat jahat..., Malaikat hanya bisa berbuat baik....; tapi manusia...: ia bersenggama..., memangsa..., makan makanan apa saja..., berbuat baik..., dan juga berbuat jahat.

Mengapa manusia jadi begitu unik....?

Itu karena manusia diberi Tuhan akal untuk berpikir..., jadi akal lah sumber pembeda pada manusia..., dan akal pula yang menentukan kualitas manusia.

Manusia bisa berkualitas lebih baik dari malaikat..., tapi juga bisa berkualitas lebih buruk dari setan.

Manusia bisa berkualitas lebih rendah dari hewan..., dan begitu pula sebaliknya.

Yang lebih unik nya lagi adalah..., tidak ada manusia yang lahir dan tumbuh secara sempurna...., pasti ada saja kekurangan di atas kelebihannya.

Oleh karena itu dalam dimensi ilmu politik..., manusia ditempatkan secara universal sesuai dengan kadarnya yang berbeda beda..., dan dari sanalah aturan moral dan hukum ditetapkan.

Mengapa ada trias politika...., yang membagi kekuasaan menjadi tiga...: yaitu eksekutif..., legislatif..., yudikatif....?

Kekuasaan dibagi tiga..., karena tidak ada manusia yang sempurna..., makanya perlu saling kontrol.

Setiap kekuasaan yang absolut..., cenderung membuat orang jadi predator.

Plato mengatakan...: satu sama dengan nol..., dua sama dengan satu.

Manusia yang hidup sendiri dan merasa sendiri bisa melakukan apa saja..., pasti dia lemah.

Hidup tidak ramah...., dan orang butuh sahabat untuk bisa melewati itu.

Dalam dimensi agama..., Tuhan menempatkan manusia atas ketidak sempurnaannya itu...; itulah sebabnya maka ada sorga dan neraka..., ada dosa dan ada pula pahala.

Agama menunjukan apa yang baik..., dan apa yang buruk..., tetapi kehidupan masyarakat tidak selalu berhubungan dengan baik dan buruk..., tidak selalu hitam putih....; bahkan mungkin selalu abu2.

Orang baik..., tidak terlalu baik...; orang jahat tidak terlalu jahat....; mereka ada di tengah tengah antara baik dan buruk.

Itu faktanya..., maka yang berhubungan dengan politik..., Tuhan menyerahkannya kepada manusia.

Caranya....?

Bermusyarawarahlah..., bernegosiasilah...., dan gunakan akal sehat.

Makanya..., tidak ada agama yang mengajarkan manusia tentang politik.

Mengapa...?

Karena politik itu adalah wilayah akal..., wilayah manusia.

Kalau ada politisasi agama..., itu sama saja menjadikan agama itu di posisi grey area...; posisi pedagang...., posisi politisi...; dan itu sama saja mdengan erendahkan nilai agama.

HRS itu ustadz berkelas ulama...., tidak ada yang meragukan kemampuannya dalam ilmu agama.

Tetapi ketika dia masuk ke ranah politik..., dia menjadi paradoks....; paradoks atas ucapan dan obsesinya sendiri dalam beragama.

Andaikan dia lepaskan baju agamanya..., dia mungkin setingkat lebih baik dari politisi2 nyinyir yang ada saat ini.

Jadi..., yang ada itu adalah berpolitik dalam dimensi agama.

Seperti Jokowi..., yang berbuat untuk kebaikan..., kebenaran..., dan keadilan.

Soal nilai..., itu hanya Tuhan yang berhak menilai.

Di hadapan manusia...; nilai itu selagi tidak kena pasal KUHP dan KPK..., tidak bertentangan dengan etika dan moral...; jadi ya baik baik saja..., orang tidak akan bertanya apa agamamu.

Rahayu

(Babo..., edited...)

Sumber : Status facebook Buyung Kaneka Waluya

Friday, November 8, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: