Manner

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Atau unggah ungguh.Sopan santun. Adab. Anda tidak punya sopan santun. Apalagi Anda itu tamu. Bukan yang punya hajat. Yang punya gawe itu Kanisius yang juga ngundang orang itu dengan penuh hormat. Sama seperti Anda yang jadi tamu kehormatan almamater. Jadi jaga kehornatan sekolahmu dengan kesopanan yang wajar.

Sialnya bagi Anda, orang yang anda benci tidak merasa atau bisa saja pura-pura tidak merasa bahwa kalian walk out. Atau Anda gembar gembor minta diviralkan kelakuan yang tidak sopan itu karena memang kurang greget dibandingkan pertunjukan piano anda yang katanya hebat itu.

Look. Saya tidak suka dengan cara dia naik kepanggung politik lewat isu SARA yang bikin semua orang enek. Namun bukan berarti saya harus ludahi dia setiap waktu. Saya memilih nengkritisi dia dengan cara jenaka. Bahkan membela dia bahwa kata pribumi semata dalam konteks pidatonya soal kolonial.

Kita yang tidak suka dengan caranya terpilih lewat berbagai kepalsuan, sama sekali tidak boleh kalah derajat dengan gerombolan dia. Yang nengusir Jarot dengan cacian ketika diundang ke masjid Taman Mini. Yang dengan beringas menolak mensholatkan jenasah. Atau yang beramai-ramai bertingkah gaya ISIS menusuk boneka Ahok dengan muncratan darah. Atau seekor Tengkunyuk yang teriak bunuh, potong dan gantung.

We are not that low. Kita orang beradab yang tahu dimana batas-batasnya. Kritisi yang kita gedor terus menerus semata untuk mendesak orang ini untuk right on the track sebagaimana kita ingin yakni dia harus paling tidak Par dengan Ahok. Dia kita kawal supaya tidak mencla mencle dan ngomong muter-muter tapi bohong dan nol besar hasilnya.

Jadi setiap kelakuan yang sama persis diperlihatkan oleh gerombolan mereka, adalah perilaku yang menghina intelektualitas sekaligus menunjukkan yang bersangkutan mental dan mannernya sekelas. Kelas rendahan dan memalukan.
Terlebih lagi, kelakuan yang tidak ada mannernya itu telah mencoreng nama baik Kanisius yang sangat berwibawa.

Sangat disayangkan. Kebencian Anda mengalahkan akal sehat dan intelektualitas yang sebenarnya soko guru sekolah yang mentereng itu. 
You are completely low class. And we are not condone this bad attitude.

We go high brother..Always

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Wednesday, November 15, 2017 - 14:45
Kategori Rubrik: