Manipulasi Agama Adalah Alat Politsi Busuk

ilustrasi

Oleh : Tito Gatsu

Upaya-upaya membangkitkan Fasisme selama 5 Tahun terakhir ini memang sangat gencar , Fasisme gaya baru adalah langkah rekayasa sosial sehingga masyarakat dibawa berpikir untuk meninggalkan demokrasi atau tindakan melawan demokrasi dengan membangkitkan ideologi yang bertentangan dengan ideologi yang ada dalam sebuah Negara.

Indonesia sejak Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019 terus diguncang usaha Fasisme dengan menggunakan Agama , pemerintah terus diserang dengan hujatan dan kebencian seolah-olah tidak sesuai dengan hukum Agama (padahal ideologi negara adalah Pancasila bukan agama ) mereka terus memprovokasi hingga mengobarkan revolusi apalagi Kita masih ingat polemik pengangkatan Kapolri Budi Gunawan yang merupakan orang dekat Presiden yang dijegal KPK yang ternyata mereka adalah para mafia pendukung politisi Busuk ( seperti Bambang Wijayanto, Abraham Samad dan Novel Baswedan ).

Panglima TNI pada saat Itu Gatot Nurmantyo terus menerus memancing keributan dari mulai membuat cerita senjata yang diselundupkan untuk Polri yang tujuannya mendapatkan mandat untuk mengambil alih tugas Polri hingga meniupkan isyu kebangkitan PKI.

Kemudian para Ustad yang dipimpin Bachtiar Nasir dan Rizieq Shihab mengajak revolusi pada setiap demo yang diorganisir melalui gerakan 212 dan 411 dan dibiarkan Panglima TNI yang memang sengaja menunggu momen keributan untuk menyerang Polri sehingga negara chaos dan Kekuasaan bisa diambil alih .

Sungguh berat tugas Jokowi saat Itu jika bukan Karena ketulusan, kesabaran , keyakinan untuk mempertahankan kedaulatan rakyat ditambah rahmat Tuhan Yang Maha Esa mustahil beliau bisa bertahan atau minimal mau kompromi dengan para pecundang Negri ini seperti yang dilakukan Megawati pada tahun 2002 ketika beliau tidak berhasil mereformasi TNI dan Polri bahkan dari Internal partainyapun diganggu ketika beberapa mentri kepercayaannya melakukan perlawanan , seperti Laksamana Soekardi dan Kwik Kian Gie (walaupun Saya memahami posisi Megawati saat Itu lebih berat dikepung oleh para oportunis yang bagaikan buaya ganas).

Tapi Jokowi tetap melenggang dengan Aman dan tanpa kompromi termasuk ketika mereformasi TNI dan Polri. Bahkan Rizieq Shihab bisa kabur ke Arab hingga momen Penting Pilpres 2019 pun dia tidak hadir (mungkin ini yang disebut Singa yang bernyali Helo Kitty)

Saya bersyukur dengan sikap tegas TNI yang sudah kembali kedalam track yang benar , karena selama 2 dasawarsa TNI kelihatan sekali Masih dikendalikan oleh The Shadow Of Power , yaitu kekuasaan lama yang belum rela melepaskan pengaruhnya pada Generasi yang lebih bersih dan muda. Sikap TNI yang tegas Terhadap para pengacau di dalam Negri diharapkan menjadi langkah positif membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sungguh mengerikan melihat fenomena kehidupan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, selama periode Presidennya tidak Punya hubungan dengan Orde Baru dan terus diganggu dan dilanjutkan hingga sekarang bahkan seorang yang disebut pemuka Agama tapi mulutnya Tak henti-hentinya melontarkan kata-kata provokasi disambut bak seorang yang dimuliakan, lalu apa dasar memuliakan dia apakah hanya berdasarkan anggapan zuriat nabi?

Padahal dalam Agama Islam yang Saya pelajari tidak ada keistimewaannya dengan zuriat nabi bahkan menurut penjelasan Prof. Quraish Shihab sendiri (yang kebetulan nama panjangnya sama dengan Rizieq Shihab ) , mengatakan bahwa gelar Habib Itu diberikan oleh masyarakat kepada Ulama yang memang selalu menjaga perbuatan dan tutur katanya kepada seorang yang memang mempunyai darah keturunan Arab , jadi tidak ada Habib yang dibuat sendiri atau mengaku-aku Habib seperti yang dilakukan Rizieq Shihab , karena keutamaan Akhlak seorang muslim terletak pada sifat rendah hati atau tawadhu , bukan ngamukan ! 

Bahkan Allah pun berfirman melalui Al Qur'an dalam Surat Al Hujurat : 13, bahwa semua manusia setara dimata Allah.yang membedakan hanya Ketakwaannya, orang boleh bergelar Ulama atau Habib bila dia menampakan akhlak yang baik .

Yang nyata - nyata terjadi dengan apa yang mereka lakukan adalah moralitas dan etika, yang Akan menjadi contoh buruk bagi Generasi mendatang.

Masih ingat Pilkada DKI yang bahkan mereka membuat stigma kafir bagi semua orang yang pilihannya berbeda dengan mereka hingga mengucilkan pemilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bahkan menolak mensholati jenazah pendukung Ahok hingga mengintimidasi dengan demo berjilid-jilid dengan pengerahan Masa yang didatangkan dari Berbagai daerah (makanya pengerahan masa waktu menjemput Rizieq dan merusak Bandara sih hal yang sepele buat mereka). Hingga mempertontonkan pelecehan Agama Islam dengan berlaku Riya, sholat dijalan dan bangga akan kesesatan menyebar Hoax dianggap jihad bagaimana hukumnya mencampur adukan yang Hak dan yang batil sampai menyembah Baliho dan para Ustad muncul dengan ucapan yang hanya diisi dengan cacian .
Naudzubillahimin'dzalik'!.

Bahkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ketika masih rajin bersafari terus mendengungkan isyu PKI, dan mencoba melakukan distabilitias negara hanya untuk mendapatkan dukungan umat supaya bisa naik panggung politik didukung oleh para intelektual yang Tak kurang-kurang mempunyai gelar profesor, saya kadang terheran-heran kenapa sih mereka tidak mau melihat kebenaran?

Silahkan saja masalah PKI banyak versi tapi apakah mereka tidak mau melihat kebenaran?

Ada bukti dari CIA yang lengkap dan resmi dileluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat langsung dari Washington pada tahun 2017 , ada hasil International People's Tribunal yang lengkap dlampirkan bukti dan saksi mengenai peristiwa 1965 Tentang pembantaian warga yang diindikasikan PKI dan pengikut Sukarno yang jumlahnya mencapai lebih dari 500.000 orang bahkan pengakuan Jendral Sarwo Edhie Wibowo selalu komandan lapangan aksi pemberantasan PKI mengatakan dihadapan para anggota DPR pada tahun 1989 bahwa Angkatan Darat Sudah membunuh 3 juta orang.

Banyak sudah bukti korban yang hidupnya menjadi sengsara , keluarganya dibunuh , hingga saat ini merekapun butuh keadilan, tampaknya kebenaran memang sudah menutupi hati mereka hanya untuk kekuasaan dan membuat distabilitias di negri ini Karena kekuasaan yang sudah dikapling kapling sejak masa reformasi sehingga tak rela jika ada orang Baru yang menjadi Presiden terlebih diusung oleh partai yang pernah mereka singkirkan (Bung Karno dan PNI, PDIP adalah kelanjutan dari PNI ).

Mereka mungkin beragama tapi tidak berakhlak , mereka mungkin berpendidikan tapi tidak berperikemanusiaan.
Mereka cuma Ingin menggadaikan agama dan bangsa ini demi kekuasaan , demi harta yang melimpah sehingga suara hati orang-orang yang menderita tak ada sedikitpun menyentuh hati mereka bahkan film G30 S PKI yang sudah lama diindIkasikan sebagai kebohongan sejarah tetap ngotot mereka paksa untuk disaksikan generasi berikutnya tanpa mau Membuka sedikit hati untuk menyelidiki kebenaran sejarah , malah sang jendral ketika ditanyakan masalah Itu hanya mengatakan : "Emang Gue Pikirin !"

Hmmm mungkinkah sesungguhnya dia memang seorang biadab !. Setidaknya dalam sikap yang ditujukannya pada orang-orang yang Pernah mengalami penderitaan .

Kenapa mereka terus melakukan stigma dan politik identitas?, karena itu pula yang menjadikan Soeharto Pemimpin dengan menyingkirkan Soekarno dan kemudian mendirikan rezim militer Orde Baru ketika Itu Suharto Kemudian mereka juga berhasil menjatuhkan lawan politik dan menjadikan seorang pemimpin dengan cara itu hanya bedanya jika jaman Soeharto dibungkus dengan sentimen Anti komunis , jaman sekarang dibungkus dengan sentimen Identitas Agama Islam , lihat saja di DKI dan Sumatera Utara tidak perlu lagi saya panjang lebar menjelaskannya.

Karena dengan politik identitas pelabelan seseorang atau kelompokpun jelas jika seseorang atau kelompok akan disebut dengan identitas Kafir, Cina, PKI, dungu , syiah (jika kebetulan itu tokoh islam yang tidak sejalan dengan misi mereka), dan memusuhi semua golongan yang bersebrangan bahkan rela berperang dan membunuh .... Karena dianggap golongan hina dan bodoh Hmmm sungguh mengerikan sekaligus memuakkan ! 

Sedangkan golongan yang lainnya Suci, benar, terzolimi , dsb dan wajib dibela dengan iming-iming sorga. Hmm kebodohan nyata yang akibatnya ternyata merusak moral dan etika generasi kita dimasa yang akan datang mereka tidak lagi melihat mana yang baik dan buruk tapi cukup melihat pelabelannya saja!, contoh seorang yang berkelakuan bejat sekalipun, menghina dan memfitnah orang lain tetap akan mereka bela mati-matian, jika dikritik kita akan dikucilkan bahkan diancam akan dibunuh, saya pernah mengalaminya dan mungkin orang yang tidak seberani saya, merekapun akan kalah oleh intimidasi, saya tidak perlu menjelaskan lagi intimidasi ala FPI dan PA 212.

Lahirnya organisasi FPI sebenarnya memang untuk menyelamatkan Orde Baru , Saya mengutip dari wikipedia berbahasa Inggris :

FPI emerged on 17 August 1998 as an outcome of the meeting by religious leaders to commemorate the 53rd anniversary of Indonesian independence. The gathering took place at the pesantren (Islamic boarding school) of al-Umm in Ciputat, South Tangerang. It was hosted by Misbahul Anam, an activist of the Indonesian Islam Boyscouts (PII), and attended by religious leaders affiliated with haba'ib (scholars from the descendants of the Islamic prophet Muhammad), notably Muhammad Rizieq Shihab.

FPI muncul pada 17 Agustus 1998 sebagai hasil pertemuan para pemuka agama dalam memperingati HUT ke-53 kemerdekaan Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di pesantren (pesantren) al-Umm di Ciputat, Tangerang Selatan. Dipandu oleh Misbahul Anam, aktivis dari Pelajar Islam Indonesia (PII), dan dihadiri oleh para pemuka agama yang berafiliasi dengan haba'ib (ulama dari keturunan nabi Islam Muhammad), terutama Muhammad Rizieq Shihab.

Tokoh PII yang membidani FPI selain Misbahul Anam adalah , Mayjen Kivlan Zein (KasKostrad), Mayjen Muchdi P.R.(Danjen Kopasus) dan Letjen Syarwan Hamid (Kasospol Abri). Karena mereka pada saat Itu aktif menjadi TNI jadi namanya tidak mungkin dimunculkan Bahkan menurut pengakuan Kivlan sendiri bahwa pada tahun 1998 dia mendapatkan perintah langsung dari Panglima TNI untuk membentuk PAM swakarsa Setelah Soeharto lengser.

Dengan kucuran dana yang dia keluarkan hingga 8 M untuk mengamankan Sidang Istimewa , walaupun FPI dibentuk 17 Agustus 1998 dan Sidang Istimewa pada bulan desember tapi saya mengindikasikan Kivlan menerima perintah langsung dari Soeharto sebelum lengser pada tanggal 20 mei 1998 , secara analitis darimana Kivlan punya uang sebanyak Itu kemudian pada tanggal 17 Agustus 1998 FPI didirikan dan pada periode September hingga desember 1998 menjelang Sidang Istimewa MPR Sudah aktif melakukan kontra demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sehingga Sidang Istimewa bisa berjalan mulus tanpa gangguan dari para aktivis mahasiswa 1998 yang menginginkan penuntutan akan harta kekayaan dan mengadili Soeharto.

FPI selalu menjadi polemik di Indonesia mereka menyerang GusDur ketika melakukan reformasi di tubuh TNI dan memberikan rehabilitasi untuk para Ex Tahanan Politik terutama Tahanan Politik yang dianggap terlibat peristiwa G 30 S PKI.

FPI selalu bertindak sebagai martir militer pro Orba , memang TNI masih dikuasai oleh kekuatan-kekuatan Orde Baru dan rasanya Baru berakhir pada Masa lengsernya Gatot Nurmantyo dan hal ini sudah menjadi rahasia umum jadi Saya Tak perlu menguraikannya lagi karena sayapun cukup serng mengulas hal ini pada tulisan - tulisan saya sebelumnya, oleh karenanya FPI begitu jumawa seolah -olah Hukum Negara ada padanya.

Puncak kerusakan FPI yang berkolaborasi dengan para politisi Busuk dan para oposisi pemerintah adalah ketika Tahun 2014 ketika pemilihan Presiden yang menghadirkan Joko Widodo menjadi Presiden RI yang tak Punya hubungan sama sekali dengan masa lalu hingga pada tahun 2017 dimana pilkada DKI yang melahirkan Anies dengan kepungan politik Identitas yang berbalut Agama terutama karena Basuki Tjahaja Purnama seorang nasrani.

Jika dikatakan menista agama para ulama2 dungu yang mendukung FPI di Indonesia juga sebenarnya tak kurang -kurang dari mulai mengatakan Nabi Muhammad sesat sebelum menerima wahyu dari Allah hingga Abdul Somad yang menghina Isa Almasih atau Yesus bagi umat nasrani tapi justru mati-matian mereka bela hmm disadari atau tidak Hukum.di Indonesia sempat dinaungi oleh hukum rimba dan saya sendiri memahami posisi Presiden karena Masih dalam.kepungan para pengkhianat bangsa.

Kemudian berulang pada periode 2017 - 2019 gerombolan inipun tak kurang-kurang terus melontarkan ujaran kebencian hal ini dibiarkan saja oleh TNI karena Gatot Nurmantyo memang seorang Jendral oportunis yang Ingin ikut memanfaatkan FPI untuk meraih kekuasaan.

Dengan ucapan dan caci maki dari para politisi Busuk dan Ulama jadi-jadian tentunya kita sebagai orang tua menjadi mempunyai pekerjaan tambahan untuk menjaga moral Generasi penerus Indonesia , anak cucu kita Karena Ingin mereka bermartabat tidak seperti yang dicontohkan mereka dengan berharap semoga badai jahanam ini cepat berlalu dari bumi Indonesia dengan berharap benar dari peranan pemerintah dan TNI untuk menertipkan mereka, lebih baik menyelamatkan Generasi muda daripada para pecundang tidak bermoral Itu.

Sekarang dalam kondisi Indonesia dan seluruh dunia dilanda musibah pandemic yang belum juga berakhir mereka malahan rajin melakukan pembodohan -pembodohan kepada masyarakat dari mulai dengan memutarbalikan fakta, menghujat atas nama agama hingga isyu PKI yang sebenarnya hampir basi tapi mungkin mereka berusaha terus berjuang demi kebohongan dan ketololan bangsa yang sudah dilalui 32 tahun ditambah Masa reformasi 20 tahun.

Puncaknya ketika Rizieq Shihab yang baru kembali dari Arab Saudi begitu jumawanya menantang -nantang pemerintah bahkan TNI (dia pikir Gatot Nurmantyo masih punya pengaruh di TNI) dan siapapun yang menentang dia dan kelompoknya hingga berani beraninya mengajukan syarat rekonsiliasi (tumben Helo Kitty Punya nyali).
Hmmm Ulama macam apa seperti Itu seharusnya seorang Ulama penuh dengan kerendahan hati. Tapi begitu TNI bergerak melawan mereka jiwa hello kitty nya muncul.lagi !! 

hmmm luar biasa hanya demi harta dan kekuasaan mereka rela terus membuat kebohongan untuk menutupi kebiadaban membantai rakyat Indonesia sendiri bahkan memuji -muji pembantainya , sebuah kebohongan sejarah yang ditutupi selama lebih dari 50 Tahun.bahkan jika ada kesempatanpun mereka rela kembali untuk membantai rakyat Indonesia yang bersebrangan dengan mereka ! dari bahasanyapun jelas kasar -kasar hingga mengancam pemenggalan Kepala.Berasa Indonesia dijajah Yaman

Saya pikir Tak ada dibelahan bumi manapun kebiadaban yang ditutupi selama itu dan perilaku kebinatangan yang ditunjukan secara terus terang bahkan didukung para politisi dan orang yang dianggap ulama kecuali dibumi Indonesia yang Kita cintai
Ayo TNI jangan ragu sikat mereka !!

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.

Thursday, November 26, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: