Mangkok Ku dan Goola

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Kamis siang kemarin, kami bertiga, saya, Nyonya dan Anak Wedok, ke Kota Kasablanka, biasa disebut 'Kokas'. Sebuah mall di kawasan Tebet - Kuningan, Jalan Casablanka, Jakarta Selatan.

Mereka berdua mau 'merawat' gigi, dan saya jadi tukang antar dan jaga. Nyonya dapat giliran jam 1 siang, Anak Wedok jam 3 sore.

Setelah antar Ibu-nya masuk, Anak Wedok ajak makan siang. 'Recommend' tempat makan yang 4 hari lalu dia mampir bareng Ibu-nya. Dulu sekali mau pernah mampir kesitu, tapi lagi tutup. Ndak tahu kenapa.

Minggu lalu dia pesen daging dimasak dan dibumbu apa gitu, pokoknya enak. Sekarang mau nyoba 'udang', katanya. Saya disuruh coba daging 'lidah'. Oke2 . . .

Lokasi hampir di pojok lantai LG, sebelah rumah makan padang 'Petir'. Dari depan lampu promo-nya menyala terang diatas, warna merah, 'Mangkok ku'. Sampingnya 'Goola', warna putih, ini brand minumannya. Berpadu jadi Merah Putih . . .

Meja dan kursi ndak begitu banyak, tapi juga ndak sedikit. Mungkin ada sekitar 10 atau 11 meja, masing2 dengan 4 kursi.

Kami pilih duduk di pojok, agar bisa difoto dengan 'backdrop'. Yang ada gambar 4 orang, chef Arnold, Kaesang dan Gibran, anak Jokowi. Satunya lagi saya kira Bobby, mantu Jokowi. Mungkin mereka berempat usaha bareng . . .

Pesan sesuai yang disepakati. Tambah kopi anget gula aren dan Jelly atau apa ndak jelas. Pokoknya 2 makanan plus 2 minuman, kami bayar 150 ribuan . . .

Makanan dan minuman keluar ndak butuh waktu terlalu lama. Difoto sebentar, baru 'boleh' dimakan. Seperti biasa . . .

Ternyata memang benar2 enak. Mak nyuss. Porsi-nya khas Jawa 'Piyayi'. Bawa perut pada kondisi antara kenyang dan lapar. Pesan lagi pasti ndak habis, ndak nambah kayaknya kok kurang. 'Berhentilah Sebelum Kenyang . . .'

Minumannya juga pas di lidah. Seger, baik yang panas ataupun yang dingin. Mungkin karena ada 'peran' seorang chef, si Arnold itu.

Dan dengan rasa dan harga seperti itu, ternyata cukup laris. Kemaren waktu makan siang nyaris penuh. Kami yang datang setelahnya bisa agak leluasa pilih tempat. Tapi pelanggan lain tetep saja datang dan pergi. Mengalir. Bahkan ada 'go-food'.

Anak Wedok cerita, hari Minggu lalu penuh. Ada yang harus nunggu dulu atau 'balik kucing', nanti balik lagi.

Dengan moto atau punya visi, menjadi 'Rice Bowl Kebanggaan Bangsa Indonesia', tempat makan ini memang layak di-rekomedasi dan di-ampiri.

Tidak saja enak dan harga 'layak', tapi juga ke-punya-an Anak2 Muda Indonesia yang berniat mandiri. Berdikari. Berdiri diatas kaki sendiri.

Dan kebetulan juga punya anak dan mantu Jokowi. Yang jadi presiden RI . . .

Ya ! Anak Orang Nomer Satu di Negeri ini, ndak malu jadi 'bakulan'. Bakul apa saja. Dari pisang sampai martabak. Dari nol. Kadang dapat tempat dagang cuma di 'emperan' bangunan.

Bukan datang ke bupati, gubernur, menteri, atau para pengusaha gede yang sudah 'jadi', dengan 'nyathut' nama Bapak-nya, minta jatah proyek atau saham kosong.

Ndak. Sama sekali tidak. Karena Bapak-nya ndak ngajari itu . . .

Tanjung Perak, Mas.
Kapal e kobong . . .
Monggo pinarak, Mas
Kalau pas ada bangku yang kosong . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Monday, February 10, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: