Malahi

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Sering diterjemahkan sebagai penyebab kesia-siaan. Karena itu beberapa permaianan dan aktifitas dihukumi haram atau setidaknya makruh oleh para ulama.

Main catur, bermusik, main dadu dan berbagai permainan lainnya diharamkan karena 'illatnya merupakan kesia-siaan.

Main dadu misalnya, ikut diharamkan karena di masa tertentu dijadikan media perjudian. Dan kalau tanpa uang hanya sekedar permainan, jadi makruh, selain karena sia-sia, buang waktu, juga ada tambahan alasan yaitu mirip dengan orang main judi.

Namun semua hukum itu bukan nash resmi ayat Quran atau hadits, melainkan sudut pandang para ulama di masa tertentu di daerah tertentu. Ketika mereka menfatwakannya, tentu ada sekian banyak analisa dan logika yang digunakan.

Masalahnya ketika saat ini kita menukil fatwa para ulama di masa lalu, banyak yang tidak matching lagi. Sudah terlalu banyak perubahan kultur, budaya, cara pandang dan juga realitas kehidupan yang memisahkan kita dan mereka.

Kalau pun kita di zaman sekarang mau mengutip fatwa ulama masa lalu, khususnya pada wilayah ijtihadiyah yang terbatas pada masa, wilayah dan keadaan tertentu, maka kita perlu juga menguraikan semua latar belakang itu.

Biar kita tidak tidak terburu-buru dan keliru menempatkan suatu fatwa ulama bukan pada tempatnya.

Boleh jadi apa yang di suatu masa dianggap 'malahi' atau kesia-siaan, di masa sekarang justru jadi kebutuhan. Yang dulunya haram atau makruh, bisa saja hukumnya menjadi mubah. Karena 'illatnya sudah tidak relevan lagi.

Main catur misalnya, dulu diharamkan karena peranannya sebagai alat perjudian. Namun ketika zaman berubah, dimana orang berjudi tidaklagi pakai catur, maka 'illat keharamannya sudah tidak ada lagi.

Begitu juga dengan kesia-siaannya, sudah tidak ada lagi yang main catur lalu tidak shalat, lupa kerja, ogah beraktifitas, malas cari uang.

Justru saat penat kerja dan jenuh, main catur jadi media rehat buat sebagian orang.

Hari gini catur masuk nomor pertandingan olahraga. Pemain catur handal malah punya pemasukan gede jadi orang kaya. Bagi mereka, catur bukqn lagi 'malahi' tapi jadi ma'isyah. Jadi sumber penghasilan alias jadi profesi yang menghasilkan harta pemasukan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, December 9, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: