Maklum, Temanku Islam KTP

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Temanku agamanya Islam KTP. Sekarang ketika sudah menggantinya dengan e-KTP, dia lebih enak menjalankan ibadah : e-sholat, e-puasa, e-haji.

Ketika mendengar ada korupsi besar-besaran proyek e-KTP dia tersinggung. Agama kok dikorup. Menurutnya, itulah penistaan agama yang sesungguhnya.

 

Dia serius mengikuti kasus penistaan agama itu. Dia memperhatikan siapa-siapa saja yang terlibat. Ada serenceng nama anggota komisi II yang dikabarkan ikut menikmati dana penistaan agama.

Dia ingat Ahok dulu di komisi II DPR. Apakah Ahok termasuk rombongan yang menistakan agama?

Dia mencari informasi. "e-KTP itu proyek goblok. Buang-buang duit negara," begitu dia menemukan komentar Ahok. "Saya orang yang paling tidak setuju dengan proyek tersebut. Saya mengkritik keras, kata Ahok, seperti dikutip sebuah media elektronik.

Jadi, dari banyak anggota komisi II DPR, Ahok adalah orang yang tidak ikut-ikutan menista agama? Teman saya mulai gelisah. Pasalnya, meski beragama Islam kTP dulu dia percaya omongan orang bahwa Ahok adalah penista agama. Tapi kasus e-KTP ini justru membuktikan sebaliknya.

"Kalau sama orang yang beragama Islam KTP saja Ahok konsisten menjaga kesucian agama. Apalagi terhadap Islam yang lain," begitu kesimpulannya.

Tapi kenapa kenapa ada orang Islam membenci Ahok? Bukankah Ahok justru menjaga agama agar tidak dikorup politisi?

Dia ingat, dulu ada kasus korupsi percetakan Al Quran. Ada politisi yang ditahan karena terbukti mark-up. Ada juga kasus korupsi dana haji. Tapi tidak ada yang menuding para koruptor itu menista agama.

Dia juga ingat, di Sumatera Utara, ada Gubernur dari PKS yang ditangkap karena mengkorupsi dana bantuan sosial. Dinikmati bersama istri simpanannya. Dana itu pasti diperuntukan untuk membantu orang-orang miskin. Tapi gak ada yang menuding Gubernur itu menista agama.

Dia pernah membaca sebuah ayat Quran. "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama. Yaitu mereka yang suka menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin (QS Al Ma'uun)."

Lho, kalau tidak memperhatikan orang miskin saja termasuk pendusta agama. Apalagi maling yang mencuri hak mereka, dengan memakan dana bansos?

"Lu itu Islam KTP, jangan sok ngutip-ngutio Al Quran deh?," dia dihardik oleh temannya yang lain. "Lu tahu gak. Di Indonesia sekarang ini yang paling penting Al Maidah 51. Ngerti gak lu?"

Digertak seperti itu, teman saya ciut. "Sorry bro. Gue gak tahu. Gue kira ayat soal pendusta agama yang memakan harta orang miskin itu, berlaku juga di Indonesia. Maklum bro, gue Islam KTP bukan Islam PKS."

(Sumber: www.ekokuntadhi.com)

Friday, March 10, 2017 - 23:00
Kategori Rubrik: