Makin Dihina Makin Meroket Karirnya

ilustrasi

Oleh : Dion Pahlevi

Inilah Awal Mula Tuhan Menaikkan Derajat Seorang Jokowi Yang Penyabar

Dia Membungkuk, Dia Mencium Tangan Gubernur Jateng Bibit Waluyo Yang Pernah mengatainya Sebagai Walikota Bodoh

Alkisah, Saat menjabat sebagai walikota solo, dia dikatain bodoh oleh gubernur Jateng Bibit Waluyo lantaran menolak rencana pembangunan mall di atas lahan bangunan kuno bekas pabrik es Saripetojo, Kampung Jantirejo, padahal dari pihak Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo telah menyetujuinya.

Alasan Jokowi menolak pembangunan mall di lokasi tersebut adalah, yang paling utama karena keberadaan mall di sana dikhawatirkan akan menggerus rezeki rakyat kecil yang sudah puluhan tahun berdagang di sekitar lokasi tersebut, dan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan kuno (didirikan tahun 1888) sehingga layak dijadikan cagar budaya.

"Kami ingin membatasi keberadaan mal di Solo karena kami harus memikirkan keberadaan pasar tradisional," kata Jokowi pada 27 Juni 2011.

Dalam kesehari-hariannya, Jokowi kelihatan seperti sosok yang lugu dan murah senyum dan tawa, tetapi begitu menghadapi persoalan serius, apalagi menyangkut kepentingan rakyat banyak (rakyat kecil), jiwa kepimpinannya langsung muncul.

Prinsipnya tak tergoyahkan untuk tetap tidak mengizinkan pembangunan mall di lokasi tersebut, meskipun Gubernur Bibit Waluyo sampai murka dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Jokowi di depan umum.

Media massa merekam kata-kata kasar Gubernur Bibit Waluyo pada 27 Juni 2011 itu, dan masih bisa dibaca atau didengar kembali saat ini :

“Walikota Solo ( jokowi) itu bodoh, kebijakan Gubernur kok ditentang. Sekali lagi saya tanya, Solo itu masuk wilayah mana? Siapa yang mau membangun?” amuk Bibit Waluyo ketika itu.

Merespon makian Gubernur Bibit Waluyo kepada dirinya dengan kata-kata kasar,
“Walikota Solo yang bodoh” itu, Jokowi dengan tenang merespon (waktu itu),

“Saya memang bodoh, dari dulu saya itu bodoh. Saya juga heran kenapa rakyat memilih orang bodoh jadi walikotanya sampai dua periode.”

Dan, memang rakyat Solo ketika itu ramai-ramai mendukung Jokowi, dan marah kepada Bibit Waluyo yang telah mengata-ngatai Jokowi seperti itu.
Jokowi Tetap Rendah Hati Dan Sungkem Kepada Bibit Waluyo

Kejadian menarik terjadi saat pelantikan Walikota Solo, Fx Hadi Rudyatmo, Jumat 19 Oktober 2012.
Joko Widodo yang saat itu sudah menjabat Gubernur DKI Jakarta Tanpa sungkan langsung mencium tangan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

Apa alasan Joko yang biasa disapa Jokowi itu mencium tangan Bibit Waluyo?

“Ya, ini kan saya sebagai yang muda, Pak Bibit sebagai senior saya. Jadi selayaknya saya mencium tangan. Jadi junior ke senior ya seperti itu. Ini masalah senioritas, “ ucap Jokowi dengan tawa khasnya.

Karir Jokowi Makin Moncer dan Karir Bibit Waluyo Meredup

Setelah gagal melanjutkan jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah lantaran kalah dari Ganjar Pranowo di pilgub 2013, Bibit Waluyo menyatakan akan kembali ke desa untuk bertani dan mengurus keluarga.

Sebaliknya, karier politik Jokowi justru melesat amat tinggi. Dari Gubernur DKI Jakarta, Jokowi kemudian terpilih sebagai Presiden RI ke-7, berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) selaku wapres, setelah mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pilpres 2014.

Bahkan Jokowi kini kembali menjadi presiden RI untuk kedua kalinya ( masa jabatan 2019-2024) setelah mengalahkan pasangan capres Prabowo subianto dan sandiaga uno pada piplres 2019 silam

Jabatan yang ia sandang sebagai orang nomer satu di republik tercinta ini tak pernah membuatnya sombong, mabok kepayang, rakus memperkaya diri , malah yang ada ia tetap tampil sederhana dan membuat rakyat indonesia makin cinta kepadanya
Indonesia yang dulunya dicibir negara lain kini jadi negara yang sangat disegani negara luar

Sumber : Status Facebook Dion Pahlevi

Thursday, October 29, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: