Make Indonesia Hate Again

Oleh : Budi Setiawan

Pasca kibulan Ratna Sarumpaet, pendukung Prabowo seperti cacing kepanasan untuk menutupi kebodohannya. Untuk menutupi rasa malunya karena kecebur di comberan, mereka berkilah macam-macam. Mulai pembelaan biasalah Pak Probowo kena tipu sampai bilang kebohongan Sarumpaet yang maha dodol itu dikaitkan oleh hal-hal yang terlalu jauh. Misalnya, kibulan Ratna tidak ngaruh ke harga dollar, harga sembako dan sebagainya. Tolol kan?

Ada juga yang lebih dodol. Katanya, baru sekali dibohongi nenek genit aja sudah heboh. Kok diam aja sudah dibohongi berkali-kali oleh Jokowi. Tolol kan?

Dua trend ini justru membuka mata publik Indonesia mengenai teknik yang dipakai kubu Prabowo untuk merebut kursi kepresidenan. Jelas kampanye Prabowo memakai teknik merusak dan membuat bingung masyarakat dengan memborbardir ruang publik dengan berita hoax dan remeh temeh.

Dibalik semua itu terselip pesan kejam yang ditujukan untuk menakut-nakuti masyarakat jika Jokowi terpilih. Dan setiap ada peluang, mereka langsung menyebarkan berita fitnah serta komentar bodoh untuk memancing reaksi masyarakat.

Teknik ini pernah digunakan menumbangkan Ahok dengan sasaran warga minoritas dan Cina. Mereka ditakut-takuti kalau Ahok menang bakal terjadi kerusuhan. Wajah beringas ditampilkan hingga merasuk ke pikiran para pemilih. Untuk tidak memberi suara atau tidak memilih Ahok.

Teknik kampanye menyebar ketakutan dengan jargon sembako mahal dan sebagainya sangat massif dilakukan kubu Prabowo. Persis seperti dilakukan Donald Trump ketika kampanye. Masifnya gerakan menyebarkan ketakutan dan keresahan ini akan mengendap di kalangan masyarakat bawah yang gampang di bodohi-bodohi,yang rakus menunggu “serangan fajar”, hingga tidak pilih Jokowi.

Suara Jokowi dipastikan hilang di kalangan pejabat dan keluarganya yang kini hidup seret karena tidak bisa korupsi. Gerombolan penjahat ini ikut membantu menciptakan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat, seraya menyajikan contoh palsu gemah ripah loh jinawi di zaman orde baru.

Kampanye demikian memang sengaja dilakukan untuk menyebarkan kebencian. Itulah yang dilakukan Trump dan sekarang dipakai oleh tim Prabowo.

Kampanye menyebar ketakutan dan keresahan lengkap dengan komentar bernuansa tolol akan makin gencar selama 6 bulan kedepan yang bisa merontokkan perolehan suara Jokowi.

Para pendukung Jokowi mesti waspada akan teknik kampanye demikian.

Kubu prabowo berusaha mendesak Jokowi pada ceruk suara kalangan menengah atas, supaya bisa meraup suara kalangan masyarakat bawah yang jauh lebih besar jumlahnya.

Lewat pembodohan, kebohongan dan kemunafikan

 

Sumber : facebook Budi Setiawan

Friday, October 5, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: