Main Detektif-Detektifan

 

Oleh: Ruly Achdiat Santabrata
 

Spekulasi masih terjadi thd gambar-gambar kejadian tanggal 14 Januari 2016, dari pukul 10:53:01 sd 10:53:54 (53 detik) yang diambil oleh kru Majalah Tempo. Ada sekitar 10 gambar. Masing-masing dilingkari dengan warna-warna demi menjelaskan apa yang dimaksud. Di pasang bersama status yang dihubung-hubungkan dengan beberapa kejadian yang belum tentu berhubungan namun terjadi di luar TKP.

Untuk memuaskan rasa ingin tahu dan sekaligus bagi yang senang menganalisa gambar, coba juga perhatikan CCTV yang dirilis Polda Metro Jaya.

Sebuah video terdiri dari 24 frame per detik (mungkin lebih). Menjawab spekulasi-spekulasi di kepala Anda, Split video itu menjadi image maka Anda akan mendapat 53 dtk x 24 frame = 1.272 gambar. Belum lagi pra dan pasca kejadian 53 detik itu. Itupun dari angle yang berbeda dibanding sang pengambil foto.

Setelah selesai jangan dulu buru-buru mengeluarkan analisa dan dipasang sebagai status, coba lakukan yang sama dengan video-video yang diambil secara personal. Ada beberapa bertebaran di youtube. Jangan lupa korek keterangan orang-orang yang di TKP, Polisi, korban yg saat ini ada di rumah sakit, driver gojek, masing-masing sang tukang foto/video dan masyarakat di sana. Cocokkan keterangan mereka dengan analisa gambar per gambar tadi. Minta ijin ke polisi untuk melihat juga barang-barang bukti yang ditemukan.

Putar otak Anda. Keluarkan seluruh daya pikir yang Anda miliki sejak bangku SD. Halal jika ingin ditambah sedikit imaginasi namun jangan terjerumus skenario ala sutradara Hollywood yamg sering Anda tertawakan.

Jika anda telah melakukan hal-hal di atas, saya ingin mengucapkan selamat, Anda berpeluang menjadi detektif bahkan kalau beruntung Polri bisa saja meng-hire anda. Dan sekali Anda telah disumpah menjadi polisi, perspektif nda menganalisa crime scene akan berubah dari spekulatif berbasis hatred menjadi analisa profesional demi pengungkapan masalah.

Kalaupun Polri menolak Anda, paling tidak hidup anda akan lebih positif, tak ada spekulasi berbasis hatred dan teori konspirasi tanpa berbasis data lagi di kepala Anda.

Membuang jauh-jauh analisa-analisa spekulatif, saya percaya lebih memudahkan Anda dalam bekerja dan belajar. Anda pun tidak mudah berspekulasi terhadap istri atau pasangan, anak-anak atau rekan kerja Anda. Hidup jadi lebih tentram dan bisa tenang melakukan amalan mulia. 

Wednesday, January 20, 2016 - 21:30
Kategori Rubrik: