Mahasiswa Calon Politisi Partikelir?

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

Sejak era Jokowi, politik bukan menjadi barang tabu dan horor lagi bagi mahasiswa, malah bisa viral dan sangat menyenangkan. Begitu banyak "org baru" dengan cepat belajar politik bahkan ikut demo yang sekarang dianggap keren dan bisa eksis selfi juga sebagai wisata alternatif.

Saking cepatnya bahkan kadang menjadi sok tahu (mengajari yg sudah lama tahu), merasa sudah berjuang dan berjasa paling besar. Tentu kita hanya tersenyum geli jika menghadapi orang-orang seperti itu yang umumnya hanya berbekal cerita romantisme gerakan mahasiswa masa lalu.

Ngeyel tidak mau diberi masukan bahkan membantah. Itu memang menjadi tipikal mahasiswa sekarang yang "mendadak politik". Merasa tahu dan paling hebat meski sesungguhnya masih harus banyak belajar, apa itu politic movement, interest group, mobilization, agitation, bergaining power, chaos ect.

Jadilah mahasiswa sebagai generasi baru dengan pemahaman politik yang cerdas bukan hanya waton keras dan berani, era sudah berubah. Masyarakat gak butuh lagi mahasiswa berani mendobrak seperti para seniornya.m dulu, tapi butuh mahasiswa penyampai informasi yang akurat ...

 

Terpenting, bersyukurlah sekarang bisa bebas bicara politik, tidak seperti mahasiswa zaman orba. Bahkan untuk membayangkan politik saja sudah tidak boleh oleh intel-intel yang selalu siap membawa kami ke garnizun ataupun korem (dulu masih dwi fungsi ABRI). Jadi jangan terlalu jumawa dulu beraktivitas di dunia politik.

Politik era sekarang menurut Jokowi harusnya adalah bentuk pengabdian pada bangsa dan negara. Bung Karno bilang "kerja ideologi", pengabdian tanpa henti. Siap berpolitik dengan benar, mahasiswa? Belajar dulu dengan rajin ya. Atau kelak bekerja dirimu akan terseret arus deras pragmatisme dan itu bisa menjadi kejam. Percayalah, jangan cuma bisa ketawa-ketiwi. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Saturday, October 31, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: